Wagub Sulteng Lantik Pengurus IDI Buol 2026-2029, Tekankan Etika Profesi dan Rekam Medis Elektronik

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:31:02 WIB
Wagub Sulawesi Tengah menghadiri pelantikan pengurus IDI Cabang Buol periode 2026-2029 di Gedung DPRD Kabupaten Buol.

BUOL — Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Buol dan dihadiri jajaran pengurus IDI Sulawesi Tengah. Reny dalam kapasitasnya sebagai Ketua IDI Sulteng memimpin langsung pengambilan sumpah pengurus cabang periode 2026-2029.

Rapat kerja setelah pelantikan jadi forum penyusunan program kerja tiga tahun ke depan. Wagub meminta kepengurusan baru menghadirkan program yang terukur, bukan sekadar agenda seremonial.

Etika Profesi Jadi Prioritas Kepengurusan Baru

Reny menekankan pentingnya menjaga etika profesi, kekompakan, dan solidaritas antardokter. Menurutnya, IDI harus menjadi wadah yang menjaga marwah profesi sekaligus membangun komunikasi dalam menghadapi persoalan pelayanan kesehatan.

"Pelantikan adalah awal pengabdian, sedangkan rapat kerja adalah awal pembuktian. Saya berharap kepengurusan yang baru menghadirkan program yang terukur, kolaborasi yang kuat, dan hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Rekam Medis Elektronik dan Integrasi Laboratorium-Radiologi

Wagub mendorong transformasi digital fasilitas kesehatan melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Sistem itu mencakup integrasi laboratorium dan radiologi untuk meningkatkan efektivitas serta keamanan pelayanan pasien.

Penerapan RME diharapkan memangkas waktu tunggu dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan. Integrasi antarunit disebut menjadi kunci agar data pasien tidak terpisah-pisah di tiap layanan.

Kekurangan Dokter Spesialis Jadi Sorotan

Reny mengapresiasi dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis yang memilih mengabdi di Kabupaten Buol. Ia meminta pemerintah daerah memperhatikan kesejahteraan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, sesuai ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.

Dokter umum yang memenuhi syarat didorong melanjutkan pendidikan dokter spesialis lewat Program Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. "Kita berharap jangan sampai kekurangan dokter spesialis. Ketersediaan dokter spesialis sangat menentukan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Pemkab Buol bersama manajemen rumah sakit diminta memetakan kebutuhan dokter spesialis dan tenaga penunjang. Tujuannya agar layanan kesehatan semakin lengkap dan warga tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

IDI Buol Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pemda

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja IDI Cabang Buol untuk menyusun program kerja masa bakti 2026-2029. Wagub berharap IDI Cabang Buol semakin solid dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: sultengterkini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top