Mercedes-AMG GT SUV 2028: SUV Listrik 1.153 HP Pertama Garapan AMG

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:05:32 WIB
Mercedes-AMG GT SUV 2028 menjadi SUV pertama yang dikembangkan sendiri oleh AMG dengan arsitektur AMG.EA.

SULAWESI TENGAH — Mercedes-AMG GT SUV 2028 jadi SUV pertama yang dikembangkan sendiri oleh AMG, bukan sekadar versi tinggi dari sedan GT 4-door. Varian GT63 mengusung tiga motor axial-flux dengan tenaga puncak 1.153 HP dan klaim 0-60 mph 2,4 detik, sementara GT53 hadir sebagai versi termurah dengan dua motor radial-flux. Harga resmi belum diumumkan, dan di situlah pertanyaan terbesarnya: seberapa mahal SUV listrik ini saat masuk pasar?

Mercedes-AMG GT SUV 2028 adalah kendaraan kedua yang memakai arsitektur AMG.EA setelah sedan GT 4-door. AMG menyebut SUV ini dikembangkan in-house, bukan menumpang platform SUV Mercedes-Benz biasa. Pendekatan itu menjelaskan mengapa lini powertrain-nya justru lebih beragam dari sedan: ada GT63 dan GT55 dengan tiga motor, plus GT53 dengan dua motor yang hanya tersedia untuk versi SUV.

Tiga Motor Axial-Flux di GT55 dan GT63

Motor axial-flux sebenarnya bukan teknologi baru, tapi selama ini sulit diproduksi massal dengan ukuran yang layak untuk mobil produksi. Karena itu teknologi ini lebih sering muncul sebagai penggerak axle depan di mobil sport hibrida eksotis seperti Ferrari 296 GTB, Lamborghini Revuelto, dan Temerario. Mercedes mengklaim telah berinvestasi besar agar biaya produksinya turun, dan hasilnya kini axial-flux jadi jantung penggerak di lini AMG.

Konfigurasinya dua motor di belakang untuk penggerak sekaligus torque vectoring, ditambah satu motor di depan saat butuh dorongan ekstra. Di GT55, total tenaga puncaknya 805 HP (711 HP berkelanjutan) dengan torsi 1.372 pound-feet. GT63 menaikkan angka itu ke 1.153 HP puncak, tetap 711 HP berkelanjutan, dan torsi 1.475 pound-feet — identik dengan GT63 sedan.

GT53: Versi Termurah dengan Motor Radial-Flux

GT53 memakai motor permanent-magnet sinkron radial-flux yang lebih konvensional. Hanya ada dua unit: satu di depan dengan penggerak langsung, satu di belakang yang disokong transmisi otomatis dua percepatan. Gabungan tenaganya 536 HP dan torsi 590 pound-feet. Angka itu terlihat jauh di bawah GT63, tapi GT53 berbobot hampir 400 pound lebih ringan dari dua varian di atasnya.

Soal harga, Mercedes belum membuka angka resmi untuk ketiga varian. GT53 disebut-sebut sebagai yang paling murah, tapi sampai pengumuman resmi keluar, selisih harga antarvarian masih spekulasi.

Baterai 128 kWh di GT55 dan GT63

Bobot GT55 dan GT63 lebih besar karena membawa paket baterai 800 volt dengan 22 modul, bukan 18 modul seperti di sedan. Kapasitasnya naik 22 persen, dari 106 kWh menjadi 128 kWh. Meski begitu, kenaikan jangkauan nominalnya hanya sekitar 2 persen — praktis bisa dibilang tidak signifikan — karena SUV ini sekitar 520 pound lebih berat dan punya area hambatan aerodinamis (Cd x A) yang jauh lebih besar dari sedan.

Dampaknya paling kelihatan di akselerasi. GT63 sedan tercatat 2,0 detik ke 60 mph, sedangkan GT63 SUV dengan powertrain sama diperkirakan 2,4 detik — sekitar 20 persen lebih lambat dari garis start.

GT53 justru memakai paket 18 modul milik sedan. Berdasarkan estimasi dari angka WLTP Eropa, jangkauannya mungkin hanya turun sekitar 4 persen dibanding SUV tiga motor berbaterei lebih besar. Sebabnya, motor radial-flux di GT53 lebih efisien daripada unit axial-flux di varian atas. Artinya, baterai lebih kecil belum tentu berarti jangkauan jauh lebih pendek.

Perkiraan Jangkauan: GT53 vs GT63

GT53 SUV diperkirakan punya jangkauan setara atau sedikit di bawah GT63 sedan, yang sebelumnya diestimasi sekitar 300 mil. Keduanya memakai baterai sama, tapi motor GT53 yang lebih efisien menutupi keunggulan aerodinamis sedan. Untuk GT63 SUV, jangkauannya diperkirakan setara atau sedikit lebih baik dari sedan, karena baterai lebih besar mengompensasi bodi yang lebih kotak.

Suspensi Active Ride Control Plus

Posisi duduk lebih tinggi dan ground clearance lebih besar membuat gerakan tubuh saat menikung dan mengerem lebih terasa. Karena itu AMG mengembangkan suspensi AMG Active Ride Control Plus dengan stabilisasi roll dan pitch aktif. Sistem ini diturunkan dari GT63 sedan 4-door yang memakai damper cross-linked untuk menekan body roll, lalu ditingkatkan untuk kebutuhan SUV.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Harga resmi ketiga varian belum diumumkan, jadi klaim "GT53 paling murah" belum bisa diverifikasi angkanya
  • Kenaikan kapasitas baterai 22 persen hanya menambah jangkauan sekitar 2 persen — secara praktis nyaris tidak terasa
  • Bobot GT55 dan GT63 lebih berat sekitar 520 pound dari sedan, dan akselerasi GT63 SUV 20 persen lebih lambat
  • Spesifikasi lengkap suspensi dan sasis versi produksi belum dipublikasikan utuh

Verdict Sementara

Mercedes-AMG GT SUV 2028 menarik bukan cuma karena angka 1.153 HP-nya, tapi karena AMG berani menempatkan teknologi axial-flux sebagai penggerak utama, bukan pelengkap. GT53 dengan motor radial-flux dan bobot lebih ringan justru bisa jadi varian paling masuk akal secara nilai, asalkan harga resminya nanti benar-benar jauh di bawah GT55 dan GT63.

Untuk pembeli di Indonesia, SUV listrik performa tinggi ini lebih relevan sebagai indikator arah teknologi AMG ketimbang kandidat garasi. Infrastruktur pengisian 800 volt masih sangat terbatas di dalam negeri, dan harga OTR-nya hampir pasti masuk kategori super premium. Pantau terus pengumuman harga resmi sebelum mengambil kesimpulan soal value.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top