MOROWALI — Pemuda asal Morowali, Ahmad Dizza Yusran, resmi memimpin KNPI Kabupaten Morowali untuk periode 2026–2029. Dalam musyawarah tersebut, Sekda Kabupaten Morowali hadir bersama sejumlah anggota DPRD serta Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga. Dari internal KNPI, tampak hadir Ketua Caretaker Aditya Bayu Pratama, Ketua OKK KNPI Sulteng Adiyanto, dan pengurus kecamatan.
Dukungan datang dari 29 organisasi kepemudaan di Kabupaten Morowali. Dizza menyebut dukungan itu sebagai modal awal untuk memperluas sayap gerakan KNPI ke seluruh wilayah.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Diza itu menegaskan komitmen menjadikan KNPI sebagai rumah besar pemuda yang inklusif, progresif, dan produktif. Ia bertekad memperluas jangkauan organisasi, merangkul berbagai elemen kepemudaan, serta mendorong lahirnya program kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
"KNPI tidak boleh hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi harus hadir melalui karya, gagasan, dan pengabdian. Saya ingin KNPI Morowali menjadi ruang bersama bagi seluruh pemuda untuk berkembang, berkolaborasi, dan mengambil bagian dalam membangun daerah," tegas Dizza.
Dizza menekankan pentingnya persatuan dan kerja kolektif dalam membesarkan organisasi. Menurutnya, perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk melahirkan inovasi dan memperluas kontribusi pemuda.
"Empat tahun ke depan harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, memperluas sayap gerakan, dan membuktikan bahwa pemuda mampu menghadirkan perubahan. Saya tidak ingin KNPI hanya bergerak dalam seremoni, tetapi benar-benar bekerja, mendengar aspirasi, dan melahirkan karya nyata bagi Morowali," ungkapnya.
Dengan semangat kerja keras, kolaborasi, dan inovasi, Ahmad Dizza Yusran berharap KNPI Kabupaten Morowali semakin solid dan dipercaya. Ia ingin organisasi itu menjadi motor penggerak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
"Saatnya pemuda bersatu, bergerak, dan berkarya. Saatnya KNPI Morowali melangkah lebih jauh untuk masa depan daerah yang lebih baik," tutupnya.