Pertamina Ikut Wamenlu ke Nigeria dan Angola, Incar Blok Migas dan Pasokan Minyak

Penulis: Hendra Wijaya  •  Jumat, 18 September 2026 | 08:34:01 WIB

SULAWESI TENGAH — Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno membawa Pertamina dalam kunjungan ke Nigeria dan Angola pada 7-10 September 2026 untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan peluang investasi blok migas. Langkah ini ditempuh karena Indonesia butuh sumber energi yang aman dan terdiversifikasi.

Ketahanan energi jadi alasan utama di balik lawatan diplomatik Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno ke dua negara produsen minyak Afrika. Ia tidak berangkat sendirian. Pertamina ikut serta dalam rombongan sepanjang kunjungan 7-10 September 2026.

Agenda utamanya ada dua: mengunci pasokan minyak mentah langsung dan memburu peluang investasi di blok migas. Nigeria dan Angola dipilih karena keduanya punya cadangan besar yang belum sepenuhnya tergarap.

Nigeria Sambut Usulan Kemitraan Energi Strategis

Di Abuja, Havas bertemu Menteri Luar Negeri Nigeria Bianca O. Odumegwu-Ojukwu dan Menteri Perminyakan Heineken Lokpobiri. Pemerintah Nigeria menyambut baik usulan Kemitraan Energi Strategis RI-Nigeria.

“Indonesia membutuhkan sumber energi yang aman dan terdiversifikasi. Nigeria adalah mitra penting untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi upstream pada jangka panjang, khususnya bagi Pertamina,” kata Havas, seperti dikutip portal Kemlu.

Perusahaan minyak negara Nigeria, NNPC, membuka pintu bagi Pertamina untuk masuk ke blok-blok migas. Tidak hanya yang sudah berproduksi, tetapi juga wilayah yang masih tahap eksplorasi.

Angola Tawarkan Blok Deepwater dan Saham Kilang Lobito

Dari Luanda, tawaran yang mengemuka justru lebih besar. Havas menggelar pertemuan dengan Menteri Sumber Daya Mineral, Petroleum dan Gas Angola, CEO Sonangol, serta pimpinan National Oil, Gas and Biofuels Agency (ANPG).

Angola menawarkan Blok deepwater Benguela Basin dan saham di Kilang Lobito yang berkapasitas 200 ribu barel per hari. Dua aset itu disebut-sebut sebagai pintu masuk Pertamina ke rantai nilai migas Angola.

Pertamina menyatakan siap memperluas kehadiran di sana. Cakupannya tidak berhenti pada pembelian minyak mentah, tetapi merambah investasi hulu hingga hilir.

Arti Penting bagi Ketahanan Energi Indonesia

Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik. Mendapatkan pasokan langsung dari negara produsen menjadi salah satu cara mengurangi risiko gejolak harga dan gangguan rantai pasok global.

Masuknya Pertamina ke blok migas Nigeria dan Angola juga membuka peluang bagi perusahaan pelat merah itu untuk menambah portofolio aset internasional. Selama ini, ekspansi Pertamina di luar negeri masih terbatas pada sejumlah wilayah.

Kunjungan 7-10 September 2026 menjadi langkah awal. Hasil konkretnya masih menunggu pembahasan lanjutan antara Pertamina dan mitra-mitranya di kedua negara, termasuk soal skema akuisisi saham dan kontrak pasokan minyak mentah.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top