SULAWESI TENGAH — Microsoft mengonfirmasi adanya bug baru pada pembaruan keamanan KB5002914 untuk Windows 11 yang merusak fungsi copy-paste di aplikasi Excel. Masalah ini muncul di Excel versi 2016, 2019, 2021, dan 2024, dan sampai sekarang belum ada perbaikan resmi maupun solusi sementara dari pihak Microsoft.
Keluhan ini pertama kali mencuat di forum pengguna Windows dan dilaporkan oleh media teknologi Neowin. Banyak pengguna mengira masalahnya ada di perangkat atau file mereka, padahal sumbernya ada di patch terbaru sistem operasi.
Menurut keterangan resmi Microsoft di halaman deskripsi patch KB5002914, operasi paste bisa gagal secara senyap atau fail silently. Artinya, ketika pengguna menekan Ctrl+V, tidak ada respons apa pun yang muncul di layar.
Sel sumber tetap dalam kondisi terpilih, sementara sel tujuan tidak berubah sama sekali. Tidak ada bunyi peringatan, tidak ada kotak dialog error, dan tidak ada indikasi visual bahwa proses paste telah gagal.
Kondisi ini berbeda dari bug Excel pada umumnya yang biasanya memunculkan notifikasi kesalahan. Pengguna jadi sulit membedakan antara kegagalan sistem dan kesalahan input mereka sendiri.
Microsoft menyebut empat versi Excel yang mengalami masalah ini, semuanya dari lini Office versi lama yang masih banyak dipakai di kantor dan instansi:
Belum ada laporan apakah Excel versi Microsoft 365 dengan pembaruan terbaru juga terkena dampak yang sama. Microsoft sendiri menyatakan masih meneliti cakupan bug ini dan akan memperbarui informasi di halaman dukungan resmi mereka.
Sampai artikel ini ditulis, Microsoft belum merilis patch perbaikan maupun langkah sementara yang bisa dilakukan pengguna. Ini artinya pengguna yang sudah terlanjur menginstal KB5002914 harus menunggu pembaruan berikutnya dari Microsoft.
Salah satu opsi alternatif adalah mencoba aplikasi spreadsheet lain seperti LibreOffice Calc untuk pekerjaan yang mendesak. Cara ini bukan solusi ideal, tapi setidaknya bisa jadi penyelamat ketika deadline laporan sudah di depan mata.
Pengguna juga disarankan tidak melakukan uninstall paksa patch KB5002914, karena pembaruan ini membawa perbaikan keamanan penting untuk Windows 11. Menghapusnya berisiko membuka celah kerentanan yang justru lebih berbahaya.
KB5002914 sendiri bukan satu-satunya pembaruan bermasalah di siklus Patch Tuesday bulan ini. Sebelumnya, patch serupa dilaporkan mengganggu fungsi Windows Subsystem for Linux (WSL) dan aplikasi Claude Cowork akibat masalah pada komponen Plan9.
Pola bug yang muncul berulang setiap bulan membuat sebagian pengguna Windows 11 mulai menunda instalasi pembaruan otomatis. Praktik ini dikenal dengan istilah patch delay, yaitu menunggu beberapa hari sampai komunitas melaporkan apakah update aman dipasang.
Bagi pengguna yang mengandalkan Excel untuk pekerjaan harian seperti akuntansi, analisis data, atau administrasi, bug copy-paste ini jelas mengganggu produktivitas. Menyalin rumus, memindahkan tabel, atau menggabungkan data dari beberapa sheet jadi mustahil dilakukan dengan cara biasa.
Microsoft belum memberikan estimasi kapan perbaikan akan dirilis. Pengguna disarankan memantau halaman dukungan resmi Windows 11 secara berkala untuk mendapatkan informasi terbaru seputar status bug ini.