Taiwan Bawa 3 Film ke Toronto Film Festival 2025, Dua Premiere Dunia

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 12 September 2026 | 21:01:31 WIB
Taiwan membawa tiga film ke Toronto Film Festival 2025, termasuk dua premiere dunia.

SULAWESI TENGAH — Festival Film Internasional Toronto (TIFF) 2025 menjadi panggung bagi Taiwan untuk memperkuat posisinya di kancah koproduksi global. Tiga judul utama dibawa ke festival tahun ini, mencakup dua premiere dunia di seksi Special Presentations, satu judul genre Taiwan-Jepang di Midnight Madness, proyek realitas virtual, hingga kandidat Oscar internasional.

Happily Ever After: Debut Film Shu-hua di Layar Lebar

"Happily Ever After" garapan Feng-I Fiona Roan akan menjalani premiere dunia di seksi Special Presentations. Ini menjadi film panjang kedua Roan setelah "American Girl" yang memenangi lima penghargaan di Golden Horse Awards 2021.

Jika "American Girl" mengupas ketegangan ibu dan anak, film barunya beralih ke tema persaudaraan dan ekspektasi terhadap perempuan untuk memenuhi definisi kebahagiaan yang saling bertentangan. Penyanyi sekaligus presenter TV Taiwan, Shu-hua, menandai debut akting layar lebarnya lewat film ini.

The Age of Goodbyes: Kolaborasi Taiwan-Malaysia

Premiere dunia kedua datang dari sutradara Malaysia Edmund Yeo lewat "The Age of Goodbyes", adaptasi novel Li Zi Shu yang diproduksi bersama Taiwan dan Malaysia. Film ini dibintangi aktor Taiwan Vivian Sung dan Troy Liu dalam kisah-kisah saling terhubung yang dibentuk oleh cinta, kehilangan, dan warisan kekerasan rasial 13 Mei 1969 di Malaysia.

Produser Taiwan David Tang bertemu Yeo di Hong Kong — Asia Film Financing Forum dan tertarik pada interpretasi sutradara atas novel tersebut. Renaissance Films kemudian bergabung sebagai mitra produksi utama Taiwan.

Pengambilan gambar dilakukan sepenuhnya di Malaysia, dengan tim Taiwan memimpin sinematografi, pencahayaan, dan kostum, bersanding dengan tim Malaysia Yeo yang menangani desain produksi. Pascaproduksi rampung di Taiwan, sementara pembiayaan Taiwan mengambil porsi lebih besar dalam struktur produksi bersama tersebut.

"Taiwanese cinema has been a profound influence on me throughout my journey as a filmmaker, particularly the films of Edward Yang and Hou Hsiao-hsien," ujar Yeo kepada Variety.

Kolaborator Taiwan Yeo mencakup perancang suara Tu Duu-chih dan putranya Tu Chun Tang, sinematografer Chen Chi-wen, serta Sung dan Liu. Yeo menyebut Tang berperan penting dalam membentuk film dan merakit tim kreatif lintas batas tersebut.

"The story is deeply rooted in Malaysia, but the film grew out of a genuine creative exchange between Malaysia and Taiwan," kata Yeo.

Arrested Memory: Tayang Perdana Amerika Utara di Midnight Madness

Koproduksi Taiwan-Jepang "Arrested Memory" garapan sutradara Jepang Sabu akan menerima premiere Amerika Utara di seksi Midnight Madness, setelah tayang di luar kompetisi Venice. Ethan Juan berperan sebagai detektif berprestasi yang di

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top