PALU — Ratusan warga menghadiri reses anggota DPRD Kota Palu, Moh. Nasir Dg. Gani, di Jalan Manggis, Kelurahan Donggala Kodi, Rabu (19/08/2026). Agenda penjaringan aspirasi ini didominasi aduan soal infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi. Warga tidak hanya meminta perbaikan jalan, tetapi juga mengajukan kebutuhan bantuan konkret untuk mengembangkan usaha.
Usulan yang masuk beragam: modal usaha bengkel, peralatan kelompok kuliner, hingga pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha online.
Salah satu aspirasi datang dari Rasyid, warga Jalan Lasoso. Ia berharap pemerintah mendukung usaha bengkel yang dijalaninya agar terus bertumbuh. Permintaan serupa disampaikan Siti Saleha dari Kelurahan Lere yang berencana membentuk kelompok usaha kuliner dan membutuhkan peralatan penunjang.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Palu, Moh. Irwan, memaparkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. "Syarat utama harus membuat NIB dulu, lalu membuat proposal. Setelah itu bisa dibantu melalui Pokir anggota dewan," jelas Irwan.
Irwan menambahkan, pembentukan kelompok usaha baru tetap diperbolehkan. Namun, ada aturan khusus bagi kelompok yang hendak mengajukan bantuan. "Apabila kelompok tersebut mengajukan bantuan, maka ketua kelompok yang sebelumnya sudah pernah menerima bantuan harus diganti dengan orang yang belum pernah mendapatkan bantuan," ujarnya.
Pertanyaan soal legalitas usaha juga mengemuka dari Iin, warga Kelurahan Kabonena. Ia mempertanyakan apakah pelaku usaha yang berjualan secara daring tetap bisa mengurus NIB. Kepala Bidang Ketenagakerjaan menegaskan bahwa usaha online berhak mendapatkan NIB.
Masyarakat yang membutuhkan pengurusan maupun pendampingan dapat datang langsung ke kantor Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Palu. "Usaha online tetap bisa mendapatkan NIB. Yang bersangkutan bisa datang langsung ke Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan," jelas Irwan.
Persoalan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam reses tersebut. Siti Saleha mengeluhkan kondisi jalan rusak di kawasan Jalan Lere yang menghambat aktivitas warga sehari-hari. Menanggapi keluhan itu, Moh. Nasir Dg. Gani berjanji membawa persoalan ini ke tingkat legislatif.
"Untuk urusan jalan, pasti akan jadi prioritas, karena Pak Wali Kota sangat memperhatikan jalan yang rusak. Nanti kita akan perjuangkan di DPRD," ujar Moh. Nasir Dg. Gani.
Ia memastikan aspirasi perbaikan jalan akan segera disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu. Politisi tersebut menegaskan komitmennya memperjuangkan seluruh permintaan masyarakat agar usaha warga dapat maju dan berdampak pada perekonomian keluarga. Reses yang turut didampingi Donil dan Dasril, serta Koordinator Reses A. Agustiartie T dan Degrita M.K ini, akan menjadi bahan perjuangan Moh. Nasir di DPRD Kota Palu. Seluruh aspirasi yang terkumpul akan difokuskan pada pengembangan usaha masyarakat dan perbaikan infrastruktur jalan.