SULAWESI TENGAH — Turnamen bertajuk "Dari Grassroot Untuk Indonesia" ini mempertandingkan tiga kategori sekaligus, yakni U-10 dan U-12 yang masing-masing diikuti 40 SSB, serta U-14 dengan 16 SSB. Rangkaian pertandingan akan berlangsung selama tiga pekan berturut-turut, yaitu 15-16, 22-23, dan 29-30 Agustus 2026.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menyebut ajang ini sebagai tonggak kebangkitan klub dalam hal pembinaan. Ia menegaskan bahwa festival ini dirancang bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pembentukan karakter pemain muda.
Sudarmaji memaparkan tiga tujuan utama penyelenggaraan: mengasah kecerdasan bermain di lapangan, mengelola kebugaran fisik sejak dini, serta membangun sportivitas tanpa orientasi materi.
Sudarmaji memberikan instruksi khusus kepada para pelatih SSB agar tidak menahan pemain di bangku cadangan. "Jangan ada pemain yang dicadangkan; berikan semua pemain kesempatan bermain untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding," ujarnya di Malang, Minggu (16/8/2026).
Ia juga meminta para orang tua mempercayakan jalannya pertandingan kepada pelatih dan panitia. Intervensi berlebihan dari tepi lapangan diminta dihindari demi mewujudkan pertandingan yang fair play.
Founding Father Arema, Ovan Tobing, memberikan motivasi tersendiri kepada para peserta. Ia mengingatkan anak-anak untuk menjaga citra sepak bola sebagai hobi yang menyenangkan.
"Jika ada pertikaian atau pertengkaran di lapangan, berarti kalian sedang mencederai kesenangan kalian sendiri," tegas Ovan. Ia menambahkan bahwa semangat "Dari Grassroot Untuk Indonesia" dirancang untuk melatih solidaritas sejak dini, seperti inisiatif cepat mengambil bola yang keluar lapangan.
LOC Chairman Dani Herlambang mengungkapkan bahwa partisipasi tim dari luar Pulau Jawa menjadi sinyal positif ekosistem sepak bola nasional. "Melalui penyelenggaraan yang masif ini, kami berharap Festival Arema FC Grassroot dapat menjadi agenda reguler berkelanjutan guna membangun ekosistem sepak bola usia dini yang sehat, kompetitif, dan berkarakter di Indonesia," pungkasnya.
Dengan jumlah peserta yang fantastis dan jangkauan wilayah yang luas, festival ini diharapkan menjadi barometer pembinaan usia muda di Indonesia Timur dan sekitarnya.