PALU — Panglima Kodam (Pangdam) XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memberikan tenggat waktu baru bagi pelaksana proyek untuk merampungkan pembangunan markas di ibu kota Sulawesi Tengah itu. "Sebenarnya target itu bulan Agustus ini. Cuma karena memang ada kendala teknis pembangunan gedung baru, mungkin November atau Desember. Saya kasih deadline mereka Desember," ujarnya di Palu, Sabtu.
Proyek yang mulai dikerjakan pada Januari 2026 ini mengalami penyesuaian signifikan dari rencana awal. Meski demikian, pria yang akrab disapa Jonathan itu menegaskan percepatan pengerjaan tetap menjadi prioritas agar kompleks militer seluas 20,4 hektare itu bisa segera difungsikan sebagai pusat komando.
Tahap perdana pembangunan mencakup gedung markas utama, rumah dinas Pangdam, serta rumah dinas bagi pejabat utama Kodam. Setelah itu, kawasan akan dilengkapi asrama personel dan sejumlah fasilitas pendukung yang pengerjaannya dilakukan secara bertahap.
Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah kolam renang berstandar internasional. Fasilitas ini ditargetkan rampung lebih cepat, yakni pada November 2026, sebulan sebelum markas utama dinyatakan beroperasi.
Selain fokus pada konstruksi bangunan, penataan kawasan juga mencakup program penghijauan. Penanaman pohon dilakukan di area kompleks untuk menciptakan lingkungan markas yang asri dan nyaman bagi personel.
"Kami harapkan nanti kalau sudah selesai, kawasan ini menjadi pusat aktivitas Kodam yang representatif," kata Jonathan. Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal agar operasional Kodam secara bertahap bisa dipindahkan ke gedung baru.
Kehadiran markas baru ini dinilai krusial dalam memperkuat tugas pokok Kodam XXIII/Palaka Wira. Institusi ini tidak hanya bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan di wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Dengan beroperasinya Makodam di Palu, koordinasi dan pengendalian satuan kewilayahan diharapkan berjalan lebih efektif. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Kota Palu sebagai pusat komando pertahanan di kawasan regional tersebut.