SULAWESI TENGAH — Spekulasi soal masa depan Nothing di sejumlah pasar mencuat setelah sebuah laporan menyebut perusahaan akan hengkang dari sekitar 12 negara karena penjualan Phone (4b) yang rendah. Dalam laporan itu, disebutkan angka penjualan ponsel murah tersebut baru mencapai 20.000 unit secara global.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Presiden Nothing, Akis Evangelidis, dengan tegas membantahnya. Ia menyebut isi laporan itu sebagai “fake news.”
“Kami tidak menutup pasar mana pun,” kata Evangelidis. Ia juga mengklarifikasi bahwa data penjualan Phone (4b) tidak akurat. Menurutnya, ponsel itu laku hampir 30.000 unit hanya dalam satu hari pertama penjualan.
Meski membantah kabar penutupan pasar, Evangelidis mengakui bahwa ada pemangkasan karyawan. Namun, ia menekankan bahwa laporan yang menyebut 40% posisi di Nothing terpengaruh adalah “sangat berlebihan.” Ia enggan memberikan rincian jumlah pasti karena proses konsultasi dengan regulator setempat yang masih berlangsung.
“Yang kami lakukan adalah mereorganisasi tim untuk mempersiapkan fase pertumbuhan berikutnya,” jelas Evangelidis dalam pernyataan resmi. “Kami memperkenalkan unit bisnis khusus – termasuk unit bisnis yang berbasis AI – dan mengkonsolidasikan masing-masing negara menjadi hub regional agar operasi lebih efisien.”
Konsolidasi negara menjadi hub regional, menurut Evangelidis, bisa saja disalahartikan sebagai “penutupan” pasar. Padahal, langkah ini justru untuk memusatkan operasi agar lebih efektif. Perubahan ini tetap berdampak pada “posisi-posisi tertentu,” meski tidak dijelaskan lebih lanjut posisi mana yang terpengaruh.
Menariknya, jurnalis yang menulis laporan awal mengklaim bahwa Nothing telah diberi waktu seminggu penuh untuk memberikan tanggapan sebelum artikel diterbitkan. Namun, Nothing tidak memberikan pernyataan maupun bantahan selama periode tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Nothing belum merinci jadwal atau lokasi pasar yang terdampak restrukturisasi.
Keputusan Nothing untuk membentuk unit bisnis khusus AI mengindikasikan arah perusahaan ke depan. Di tengah persaingan ketat ponsel pintar, terutama di segmen entry-level hingga menengah, Nothing juga tercatat sebagai salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di India bersama Google Pixel.
Belum jelas apakah restrukturisasi ini akan memengaruhi ketersediaan produk Nothing di Indonesia. Namun, dengan konsolidasi regional, Nothing diprediksi akan lebih fokus pada pasar-pasar utama yang dianggap potensial.
Artikel ini akan diperbarui jika ada informasi lebih lanjut dari Nothing.