MSI Claw 8 AI+ Ungguli ROG Ally X di Performa, tapi Harga Rp 25 Juta Bikin Gamer Indonesia Garuk Kepala

Penulis: Gunawan Susilo  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 07:21:31 WIB
MSI Claw 8 AI+ dipamerkan di ajang CES 2026 dengan prosesor Intel Core Ultra 7 258V dan layar 8 inci.

SULAWESI TENGAH — MSI resmi merilis handheld gaming terbarunya, Claw 8 AI+, di ajang CES 2026 awal tahun ini. Perangkat ini mencuri perhatian karena mengusung prosesor Intel Core Ultra 200V (Lunar Lake) yang diklaim jauh lebih efisien dibanding pendahulunya yang sempat menuai kritik akibat boros daya. Namun, setelah harga resmi diumumkan, euforia itu mereda.

Spesifikasi Utama

  • Prosesor: Intel Core Ultra 7 258V (Lunar Lake) dengan NPU 48 TOPS untuk tugas AI
  • RAM: 16 GB LPDDR5x
  • Storage: SSD NVMe PCIe Gen 4 512 GB
  • Layar: 8 inci IPS, resolusi 1920x1200, refresh rate 120 Hz, kecerahan 500 nits
  • Baterai: 80 Wh
  • Konektivitas: 2x Thunderbolt 4, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4
  • Bobot: 795 gram

Performa Unggulan vs ROG Ally X

Keunggulan utama Claw 8 AI+ ada pada arsitektur Lunar Lake. Chip ini memakai konfigurasi hybrid core yang efisien, memungkinkan perangkat bertahan lebih lama dalam sesi gaming ringan. Dalam pengujian awal, skor single-core dan multi-core di Geekbench 6 melampaui Ryzen Z1 Extreme milik ROG Ally X dengan selisih signifikan.

MSI membekali Claw 8 AI+ dengan teknologi MSI Cooler Boost HyperFlow yang diklaim menjaga suhu chip tetap stabil meski digeber dalam waktu lama. Sistem pendingin ini menggunakan kipas ganda dan heat pipe yang dirancang khusus untuk form factor handheld.

Dari segi layar, panel 8 inci IPS dengan kecerahan 500 nits menawarkan reproduksi warna lebih akurat dibanding kompetitor. Namun, karena masih memakai panel IPS, kontras hitam tidak sedalam layar OLED yang ada di beberapa pesaing.

Harga & Ketersediaan di Indonesia

MSI Claw 8 AI+ dibanderol USD 1.499 untuk varian 512 GB. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs Rp 16.500, harganya tembus sekitar Rp 24,7 juta. Untuk varian 1 TB, harganya melonjak ke USD 1.699 (sekitar Rp 28 juta).

Hingga artikel ini ditulis, MSI Indonesia belum mengumumkan harga resmi dan jadwal kedatangan perangkat ini ke pasar lokal. Biasanya, harga handheld gaming di Indonesia lebih mahal 10-15 persen dari harga global karena pajak dan biaya distribusi.

Sebagai perbandingan, Asus ROG Ally X dijual resmi di Indonesia sekitar Rp 12-13 juta. Artinya, dengan uang yang sama, konsumen bisa membeli dua unit ROG Ally X dan masih punya sisa untuk aksesoris.

Kekurangan yang Sulit Ditoleransi

Masalah paling krusial bukan pada spesifikasi, melainkan pada harga. Dengan banderol hampir dua kali lipat ROG Ally X, Claw 8 AI+ kehilangan argumen "value for money". Performa memang lebih tinggi, tapi tidak sampai dua kali lipat.

Selain itu, Claw 8 AI+ masih menjalankan Windows 11 Home. Sistem operasi ini tidak dioptimalkan untuk navigasi layar sentuh 8 inci. Pengguna harus berurusan dengan driver, update, dan bloatware yang menguras baterai. Beberapa reviewer bahkan memilih mengganti OS ke Linux (seperti CachyOS) demi efisiensi daya yang lebih baik—sebuah proses yang jelas tidak ramah untuk pengguna awam.

Terakhir, bobot 795 gram membuat perangkat ini cukup berat untuk digenggam dalam sesi gaming panjang. ROG Ally X yang berbobot 685 gram saja sudah dianggap berat oleh sebagian pengguna.

Kesimpulan: Untuk Siapa Perangkat Ini?

MSI Claw 8 AI+ adalah handheld gaming paling bertenaga di kelasnya saat ini. Cocok untuk enthusiast yang menginginkan performa mentah terbaik tanpa peduli harga, atau mereka yang membutuhkan konektivitas Thunderbolt 4 untuk docking ke eGPU eksternal.

Namun, untuk mayoritas gamer handheld di Indonesia—yang mencari perangkat serba bisa dengan harga masuk akal—Claw 8 AI+ bukan pilihan bijak. ROG Ally X atau Steam Deck OLED tetap menjadi rekomendasi utama dengan performa 85-90 persen dari Claw 8 AI+ tetapi dengan harga setengahnya.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top