SULAWESI TENGAH — Apple memperkenalkan desain Liquid Glass bersamaan dengan peluncuran iOS 26 pada musim gugur tahun lalu. Kini, gelombang dukungan dari aplikasi pihak ketiga terus berdatangan. Pembaruan terbaru datang dari aplikasi resmi The New York Times yang dirilis kemarin.
Dalam pembaruan ini, NYTimes hanya menerapkan efek kaca cair pada dua elemen antarmuka. Pertama, bilah tab navigasi utama di bagian bawah layar. Kedua, pemutar audio mini yang muncul saat pengguna mendengarkan artikel versi audio.
Tidak ada perubahan besar pada tata letak berita, halaman artikel, atau menu pengaturan. Pendekatan minimalis ini sebenarnya sudah menjadi pola umum bagi aplikasi iOS besar yang sudah memiliki identitas visual kuat. Mereka enggan merombak total antarmuka hanya demi mengikuti tren desain terbaru.
NYTimes bukan satu-satunya aplikasi yang mulai mengadopsi desain ini. Beberapa aplikasi populer lainnya juga sudah lebih dulu melakukannya:
Proses adopsi Liquid Glass berjalan lambat karena Apple memberikan kebebasan penuh kepada pengembang untuk memutuskan kapan dan sejauh mana mereka ingin menerapkannya. Tidak ada tenggat waktu wajib dari Apple.
Bagi pengguna iPhone, dampak dari pembaruan ini memang tidak terlalu terasa secara fungsional. Tidak ada fitur baru yang ditambahkan selain perubahan visual. Namun, konsistensi desain antar aplikasi tetap penting untuk pengalaman pengguna yang lebih mulus di ekosistem iOS.
Kehadiran NYTimes diharapkan bisa memotivasi lebih banyak aplikasi berita dan media lain untuk segera mengikuti jejak yang sama, terutama menjelang peluncuran iOS 27 yang diprediksi akan membawa penyempurnaan lebih lanjut pada Liquid Glass.
Menurutmu, apakah desain Liquid Glass ini penting untuk aplikasi berita seperti NYTimes? Atau cukup tab navigasi bawah saja yang diubah? Bagikan pendapatmu di kolom komentar.