Indonesia Siap Jadi Pemasok Tenaga Kerja Kapal Pesiar Global, Wamenlu Havas Buka Dialog dengan Dubes Eropa

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 14:44:31 WIB
Wamenlu Arif Havas membuka dialog dengan duta besar Eropa untuk dorong tenaga kerja kapal pesiar Indonesia.

SULAWESI TENGAH — Kementerian Luar Negeri menggelar forum "Ambassadors’ Dialogue: Unlocking Indonesia’s Potential in the Global Cruise Industry Workforce" di Jakarta, Selasa (9/6). Acara ini mempertemukan perwakilan Kedutaan Besar negara-negara mitra, khususnya dari kawasan Uni Eropa, pelaku industri kapal pesiar, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta kementerian dan lembaga terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa industri kapal pesiar merupakan sektor global yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang, termasuk perhotelan, kuliner, teknik, dan manajemen operasional. "Indonesia telah terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional," kata Havas, melansir keterangan resmi Kemlu, Rabu (10/6).

Modal SDM: Lebih dari 108.000 Lulusan SMK Perhotelan

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Wakil Kepala BP2MI Christina Aryani menyebutkan Indonesia memiliki modal sumber daya manusia yang kuat. Data yang dipaparkan menunjukkan terdapat lebih dari 108.000 lulusan SMK bidang perhotelan, lebih dari 21.000 peserta didik pada sekolah vokasi maritim, serta lebih dari 5.600 lulusan SMK bidang pelayaran niaga.

"Indonesia siap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global dan memiliki visi untuk berkembang sebagai global talent hub," ujar Christina.

Hambatan Utama: Bahasa Inggris dan Standar Industri

Diskusi para peserta menyoroti beberapa tantangan yang perlu segera diatasi. Penguatan kompetensi bahasa Inggris bagi calon pekerja kapal pesiar menjadi salah satu poin utama. Selain itu, kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi harus semakin selaras dengan kebutuhan industri internasional. Aspek mobilitas pekerja dan penguatan tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia juga dibahas untuk memastikan proses penempatan yang aman, legal, dan berkelanjutan.

Para duta besar dan perwakilan negara sahabat memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan dialog ini. Secara umum, mereka menyampaikan dukungan dan kesiapan berkolaborasi, terutama dalam pengembangan keterampilan yang sesuai standar internasional serta penjajakan kerja sama antara institusi pendidikan dan industri di Indonesia dengan mitra di negara-negara Eropa.

Langkah Selanjutnya: Sinergi Lintas Sektor

Kementerian Luar Negeri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta mitra internasional. Langkah ini diambil untuk mendorong perluasan penempatan pekerja terampil Indonesia di industri kapal pesiar global dan sektor-sektor strategis lainnya. Dialog ini menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di pasar global.

Reporter: Irfan Hakim
Back to top