Bappeda Sulteng Dorong Pesisir Donggala Jadi Destinasi Wisata Edukasi Konservasi Penyu

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:53:31 WIB
Bappeda Sulteng siapkan pesisir Donggala sebagai destinasi wisata edukasi konservasi penyu.

PALU — Pesisir Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tengah disiapkan menjadi kawasan wisata yang tak sekadar menawarkan pemandangan pantai. Bappeda Sulteng mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata edukasi yang berfokus pada konservasi penyu.

Mengapa Pesisir Donggala Dipilih?

Kawasan pesisir Donggala selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi pendaratan dan peneluran beberapa jenis penyu. Potensi ini dinilai belum tergarap maksimal sebagai objek wisata yang bisa mendidik pengunjung sekaligus menjaga kelestarian satwa laut.

Bappeda Sulteng melihat peluang untuk mengintegrasikan aktivitas konservasi dengan sektor pariwisata. Tujuannya, menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir tanpa mengorbankan ekosistem penyu.

Paket Wisata yang Ditawarkan

Rencananya, destinasi ini akan menyajikan paket wisata yang interaktif. Pengunjung tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga bisa terlibat langsung dalam proses konservasi.

  • Pengamatan penyu bertelur di malam hari dengan pemandu lokal.
  • Kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut lepas.
  • Edukasi tentang siklus hidup penyu dan ancaman terhadap populasinya.
  • Penanaman vegetasi pantai untuk menjaga ekosistem pesisir.

Dampak bagi Warga Sekitar

Pengembangan wisata edukasi ini diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat. Mereka bisa berperan sebagai pemandu wisata, penjaga sarang penyu, atau pengelola homestay.

Bappeda Sulteng menyebut model pengelolaan akan melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat desa. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga pesisir.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Salah satu tantangan utama adalah memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu siklus alami penyu. Bappeda Sulteng menekankan perlunya regulasi ketat dan pendampingan dari ahli konservasi.

Langkah konkret berikutnya adalah penyusunan masterplan kawasan dan sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga akan menggandeng akademisi dan organisasi lingkungan untuk merancang program edukasi yang efektif.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: palu.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top