TOUNA — Antrean warga terlihat di Pelabuhan Belanda, Kecamatan Ratolindo, Sabtu (6/6/2026), saat Polres Tojo Una-Una membuka Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu, polisi menyediakan 800 kilogram beras SPHP dan 379 liter minyak goreng merek Minyak Kita dengan harga di bawah pasaran.
Dari total stok yang disiapkan, sebanyak 225 kilogram beras SPHP atau setara 45 karung berhasil terjual hingga siang hari. Sementara itu, minyak goreng kemasan satu liter yang laku mencapai 85 liter. Sisa stok saat ini masih cukup banyak, yakni 575 kilogram beras dan 294 liter minyak goreng.
Kasat Binmas Polres Tojo Una-Una, AKP Agus Habibie, mengatakan program ini merupakan respons atas kebutuhan warga akan bahan pokok yang terjangkau. “Kegiatan ini juga sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah,” ujar mantan Kapolsek Ulunbongka itu.
AKP Agus menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar agar dampaknya lebih luas. “Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah nyata Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” pungkasnya.
Pelaksanaan GPM di Pelabuhan Belanda berlangsung aman dan tertib. Warga yang datang tampak memanfaatkan kesempatan untuk membeli beras dan minyak goreng dengan harga lebih murah dibandingkan harga eceran di pasar tradisional Touna.
Program ini menjadi salah satu upaya Polri di daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas. Dengan harga bersubsidi, warga bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Polres Tojo Una-Una belum merinci jadwal GPM selanjutnya, namun memastikan akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan dinas terkait untuk menjaga ketersediaan stok. Sisa beras dan minyak yang belum terjual akan tetap dijual dengan harga yang sama hingga habis.