BANGGAI — Gempa bumi yang berpusat di laut timur laut Pulau Puah pada kedalaman 91 kilometer ini terasa cukup kuat di sejumlah daerah. BMKG mencatat guncangan dengan skala intensitas III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity) melanda Luwuk dan Bone Bolango, artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah hingga menyebabkan benda-benda ringan bergerak.
Berdasarkan data BMKG, dampak gempa tersebar di beberapa titik di Sulawesi. Selain Luwuk dan Bone Bolango, guncangan skala III MMI dilaporkan terjadi di Gorontalo. Sementara itu, wilayah Pohuwato, Boalemo, dan Gorontalo Utara merasakan getaran dengan skala II-III MMI. Daerah Taliabu mencatat intensitas paling rendah, yakni II MMI.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2026).
Pusat gempa yang berada di laut dengan kedalaman menengah menjadi faktor utama tidak adanya ancaman gelombang tinggi. BMKG memastikan parameter gempa masih bisa berubah seiring kelengkapan data dari stasiun seismik setempat.
Gempa menengah seperti yang terjadi di Banggai umumnya dipicu oleh aktivitas tektonik di dalam lempeng yang menyusup ke bawah permukaan bumi. Deformasi atau perubahan bentuk batuan di dalam slab Lempeng Laut Sulawesi menjadi pemicu utama getaran kali ini. BMKG terus melakukan pemantauan intensif secara berkala untuk mengantisipasi gempa susulan.