SULAWESI TENGAH — Serapan gabah dan beras petani oleh Perum BULOG menembus angka 3 juta ton setara beras hanya dalam waktu kurang dari enam bulan. Realisasi ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah pengadaan pangan nasional, mengingat target tahunan 4 juta ton biasanya baru tercapai menjelang akhir tahun.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut pencapaian ini sebagai bukti kehadiran negara di sektor pangan. “Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, BULOG telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Menurut Ahmad Rizal, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan BULOG yang bekerja tanpa mengenal waktu selama musim panen.
Salah satu kontributor utama capaian ini adalah Kantor Cabang BULOG Surakarta. Hingga awal Juni, cabang yang membawahi wilayah Solo Raya itu berhasil menyerap 65.700 ton setara beras, atau 70 persen dari target 93.750 ton yang ditetapkan perusahaan.
Pemimpin BULOG Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto, mengatakan keberhasilan itu tidak lepas dari kerja sama dengan pemerintah daerah, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, TNI/Polri, mitra kerja, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Solo Raya. “Kegiatan penyerapan dan penyaluran beras adalah bukti nyata komitmen BULOG dalam mewujudkan tiga pilar ketahanan pangan: ketersediaan, stabilisasi, dan keterjangkauan,” kata Nanang.
BULOG tidak hanya fokus menyerap hasil panen. Di wilayah Solo Raya, perusahaan juga aktif menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita ke pasar-pasar tradisional. Selain itu, melalui program Bantuan Pangan, BULOG menyalurkan beras dan minyak goreng langsung ke penerima bantuan di desa-desa.
Nanang menegaskan, capaian serapan 3 juta ton ini bukan sekadar angka. “Ini adalah wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya. Ia optimistis target 4 juta ton pada 2026 bisa tercapai sebelum akhir tahun, mengingat panen masih berlangsung di sejumlah daerah.
Artinya, keberhasilan BULOG menyerap 3 juta ton gabah-beras petani dalam enam bulan pertama 2026 menjadi indikator kuat bahwa sistem pengadaan pangan nasional semakin matang. Dengan sinergi lintas sektor yang terus berjalan, target swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana.