Inflasi Tahunan di Sulawesi Tengah Tembus 2,77 Persen pada Mei 2026, Biaya Transportasi Jadi Pemicu Utama

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:22:31 WIB
Inflasi tahunan Sulawesi Tengah pada Mei 2026 mencapai 2,77 persen.

PALU — Laju inflasi di Sulawesi Tengah pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,77 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan peningkatan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Transportasi Jadi Sektor Paling Berkontribusi

Berdasarkan data yang dirilis BPS Sulteng, kelompok transportasi menjadi penyumbang utama terhadap inflasi tahunan tersebut. Lonjakan harga pada sektor ini memberikan tekanan paling signifikan terhadap daya beli masyarakat di Bumi Tadulako.

Kendati demikian, rincian lebih lanjut mengenai komoditas spesifik dalam kelompok transportasi yang mengalami kenaikan harga belum dirilis secara detail oleh BPS setempat.

Inflasi Mei 2026: Data dan Fakta Singkat

  • Inflasi tahunan (Mei 2026 terhadap Mei 2025) berada di level 2,77 persen.
  • Kelompok pengeluaran transportasi menjadi penyumbang utama inflasi.
  • Data dihimpun oleh BPS Provinsi Sulawesi Tengah di seluruh kabupaten/kota.

Angka inflasi ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah. Kenaikan biaya transportasi secara langsung berdampak pada ongkos logistik dan harga barang kebutuhan pokok di pasaran.

Dampak Kenaikan Biaya Angkut ke Harga Kebutuhan Pokok

Kenaikan harga di sektor transportasi kerap menjadi sinyal awal bagi kenaikan harga komoditas lainnya. Pasalnya, biaya distribusi barang dari pelabuhan atau pusat produksi ke pedagang eceran ikut membengkak.

Masyarakat di sejumlah kota seperti Palu, Luwuk, dan Poso biasanya merasakan dampak langsung dari fluktuasi biaya transportasi ini terhadap harga sembako di pasar tradisional.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemprov?

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi harga, terutama dengan mengintervensi biaya transportasi atau memastikan pasokan bahan bakar tetap lancar. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulteng biasanya akan menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan kebijakan antisipatif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Sulawesi Tengah terkait langkah konkret menekan laju inflasi yang dipicu sektor transportasi ini.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top