Banjir Bandang Gorontalo Utara Rendam 820 KK, Dompet Dhuafa Buka Posko Donasi untuk 3.034 Jiwa

Penulis: Hendra Wijaya  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:32:44 WIB
Banjir bandang melanda lima desa di Gorontalo Utara, merendam 820 kepala keluarga.

SULAWESI TENGAH — Bencana yang dipicu meluapnya Sungai Didingga akibat tingginya curah hujan pada Selasa (26/5/2026) itu melumpuhkan aktivitas di lima desa: Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto. Arus deras membawa material lumpur dan kayu hingga masuk ke permukiman, merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsosdukcapil) Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, mengkonfirmasi data terbaru pada Kamis (28/5/2026). "Total keseluruhan warga terdampak mencapai 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa," ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari Kompas.com.

Desa Didingga Paling Parah, Tiga Rumah Roboh Satu Hanyut

Desa Didingga menjadi episentrum kerusakan paling berat. Kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di desa tersebut terendam lumpur. Tiga unit rumah warga roboh dan satu rumah lainnya hanyut terbawa arus sungai. Meski tidak ada korban jiwa, sebagian warga yang rumahnya rusak berat memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 529 kepala keluarga terdampak, sementara laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) menunjukkan angka lebih tinggi, yaitu 820 KK. Perbedaan data ini menunjukkan luasnya area yang belum sepenuhnya terpetakan pascabencana.

DDV dan TBM Cutaneus Buka Posko Donasi, Ini Kebutuhan yang Paling Mendesak

Koordinator DDV Gorontalo, Amanatun Azizah, mengatakan bencana ini telah menghilangkan harta benda dan tempat tinggal warga secara massif. "Banyak warga kehilangan harta benda, kebutuhan pokok, bahkan tempat tinggal akibat derasnya arus banjir. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk bersama-sama membantu," kata Amanatun dalam rilis yang diterima redaksi.

Kolaborasi antara DDV Gorontalo, Dompet Dhuafa Sulawesi Utara, dan Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memfokuskan bantuan pada kebutuhan dasar. Barang yang paling dibutuhkan meliputi dana tunai, makanan siap saji dan sembako, popok bayi, serta obat-obatan.

Donasi dapat disalurkan melalui rekening BNI 1935293043 atas nama Nur Miftahur Rizkah. Konfirmasi donasi bisa dilakukan melalui nomor 0812-4386-8909 (Maura). Penyelenggara menargetkan bantuan dapat memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung pemulihan jangka pendek masyarakat di Kecamatan Biau.

Akses Jalan Terhambat, Distribusi Bantuan Jadi Tantangan

Kondisi geografis Kecamatan Biau yang berada di jalur perbukitan membuat akses logistik menjadi kendala utama. Genangan air setinggi dua meter di sejumlah titik jalan desa memutus akses kendaraan roda empat. Tim gabungan masih mengupayakan jalur alternatif untuk mempercepat distribusi bantuan ke desa-desa terisolasi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan evakuasi masih terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara belum mengumumkan status tanggap darurat secara resmi, namun tim SAR dan relawan sudah diterjunkan ke lokasi sejak hari pertama bencana.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: prosesnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top