SULAWESI TENGAH — Manajemen EMAS tidak puas hanya dengan 7 juta ons emas yang sudah ditemukan di permukaan. Sejak produksi komersial dimulai, perusahaan langsung mengarahkan rig ke titik-titik yang selama ini dianggap prospektif di kedalaman.
“Seiring dimulainya produksi di Pani, kami berada di posisi yang lebih strategis untuk menguji mineralisasi di area yang lebih dalam,” ujar Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, dalam keterangan resmi, Minggu (31/5).
Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, memiliki konsesi seluas 14.670 hektare. Namun, eksplorasi selama ini baru menyentuh 135 hektare — setara 0,9% dari total area.
Dari lahan kecil itu, EMAS sudah mengantongi estimasi sumber daya mineral 291,5 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton. Angka itu setara dengan sekitar 7 juta ons emas murni.
Program deep drilling tahap awal mencakup enam titik pengeboran. Satu rig sudah beroperasi, satu rig tambahan akan menyusul bulan depan. “Program ini fleksibel, bisa diperluas jika hasil awal menjanjikan,” tambah Boyke.
Selain Pani, EMAS juga menggarap prospek Kolokoa. Perusahaan telah merampungkan 54 lubang bor dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Biaya eksplorasi di sana hanya USD 2,4 juta (sekitar Rp 38,4 miliar) dalam enam bulan.
Hasil sementara menunjukkan target eksplorasi 20 juta hingga 40 juta ton bijih dengan kadar emas 0,3–0,5 gram per ton. Estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa dijadwalkan diumumkan pada kuartal II 2026.
Pada semester II 2026, giliran area Lone Pine yang akan dibor. EMAS menyiapkan survei geofisika menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter pada Juni–Juli 2026.
Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai kode pelaporan JORC 2012 dan KCMI 2017. Langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas data di mata investor global.
Dengan total konsesi yang masih 99% belum tersentuh, peluang EMAS untuk memperbesar sumber daya mineral masih terbuka lebar. Pengeboran dalam ini menjadi kunci untuk membuktikan apakah emas di Pani hanya setebal kulit atau benar-benar menjulang ke perut bumi.