PALU — PT Pelni resmi membuka pemesanan tiket untuk jadwal pelayaran KM Dharma Kencana V rute Palu – Surabaya pada Juni 2026. Kapal penumpang milik negara itu akan melayani dua kali perjalanan dari Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Jadwal pertama, KM Dharma Kencana V dijadwalkan berangkat dari Palu pada Rabu, 3 Juni 2026, pukul 07.00 WITA. Sedangkan jadwal kedua pada Minggu, 14 Juni 2026, dengan jam keberangkatan yang sama. Durasi pelayaran diperkirakan sekitar dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca dan perairan.
Pelayaran perdana di bulan Juni akan berlangsung pada awal bulan, tepatnya 3 Juni 2026. Pelayaran kedua menyusul pada pertengahan bulan, 14 Juni 2026. Kedua jadwal ini memberikan fleksibilitas bagi warga Sulawesi Tengah yang hendak bepergian ke Surabaya atau melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain di Pulau Jawa.
KM Dharma Kencana V merupakan salah satu kapal Pelni yang melayani rute antarprovinsi di kawasan timur Indonesia. Kapal ini mengangkut penumpang kelas ekonomi dan kelas bisnis, serta muatan kargo dan kendaraan.
Rute Palu – Surabaya menjadi salah satu jalur utama mobilitas warga Sulawesi Tengah. Selain penumpang, kapal ini juga melayani pengiriman barang dagangan seperti hasil bumi, kopra, dan produk UMKM dari Palu ke Jawa Timur.
Fasilitas di atas kapal meliputi ruang penumpang dengan kapasitas ratusan orang, restoran, musala, dan ruang kesehatan. Penumpang dapat membeli tiket melalui aplikasi Pelni, loket resmi, atau agen perjalanan terdaftar.
Harga tiket untuk rute Palu – Surabaya bervariasi tergantung kelas dan ketersediaan. Untuk kelas ekonomi, tarif mulai dari sekitar Rp 200.000 hingga Rp 350.000 per orang. Harga ini belum termasuk biaya administrasi dan asuransi perjalanan.
Pemesanan tiket sudah dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Pelni atau aplikasi Pelni Mobile. Masyarakat diimbau memesan tiket jauh-jauh hari, terutama menjelang musim liburan atau hari besar, untuk menghindari kehabisan tempat.
Dengan dibukanya jadwal ini, warga Sulawesi Tengah memiliki akses transportasi laut yang terjadwal menuju Surabaya. Pelayaran ini juga mendukung distribusi logistik dan perdagangan antarpulau, yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Pelabuhan Pantoloan sendiri merupakan pelabuhan utama di Kota Palu yang melayani kapal barang dan penumpang. Keberadaan KM Dharma Kencana V diharapkan memperlancar arus orang dan barang, serta memperkuat konektivitas antara Sulawesi Tengah dan Jawa Timur.