PARIGI MOUTONG — Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kian serius membidik pasar ekspor untuk durian montong. Komoditas unggulan ini disebut telah menjadi primadona di tingkat nasional dan kini dipacu untuk memenuhi standar internasional.
Pemerintah daerah setempat menargetkan ekspor berkelanjutan sebagai strategi utama memperkuat ekonomi petani. Langkah ini dinilai krusial mengingat potensi lahan dan kualitas rasa durian montong Parimo yang diakui.
Durian montong asal Parimo memiliki ciri khas rasa manis legit dengan tekstur daging buah yang tebal dan kering. Karakteristik ini membuatnya kompetitif di pasar global yang selama ini didominasi oleh Thailand dan Malaysia.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Parimo, dalam berbagai kesempatan, menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan kepada petani. Fokusnya adalah pada penerapan good agricultural practices (GAP) untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Untuk mencapai target ekspor, sejumlah tantangan tengah dibenahi. Mulai dari sistem budidaya yang seragam, pengendalian hama terpadu, hingga pengelolaan pascapanen yang higienis.
Pemerintah daerah juga mendorong petani untuk membentuk kelompok tani yang solid. Tujuannya agar suplai durian bisa konsisten dan memenuhi volume permintaan pembeli dari luar negeri.
Upaya ini tidak hanya berhenti pada produksi. Pemerintah daerah juga mulai memfasilitasi sertifikasi produk dan memperkuat kemitraan dengan eksportir. Dengan langkah ini, durian montong Parimo diharapkan tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga menjadi komoditas andalan ekspor Indonesia.