Pemkab Sigi Perkuat Mitigasi Banjir, Normalisasi Sungai di Nokilalaki dan Kulawi Jadi Prioritas

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:28 WIB
Pemerintah Kabupaten Sigi memprioritaskan normalisasi sungai di Nokilalaki dan Kulawi untuk mitigasi banjir.

SIGI — Dua kecamatan di Kabupaten Sigi, Nokilalaki dan Kulawi, menjadi prioritas utama dalam program mitigasi banjir tahun ini. Pemerintah kabupaten memerintahkan normalisasi sungai di sejumlah titik yang selama ini kerap meluap saat intensitas hujan tinggi.

Normalisasi di Nokilalaki: Titik Rawan Jadi Sasaran

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat dan camat, terdapat beberapa segmen aliran sungai di Nokilalaki yang membutuhkan penanganan segera. "BPBD dan Dinas PU Kabupaten Sigi sudah siap dan segera menindaklanjuti persoalan ini," kata Rizal di Sigi, Jumat.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh pihak, baik warga maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sangat penting agar normalisasi berjalan efektif. Targetnya, saat volume air meningkat, tidak terjadi luapan yang membahayakan permukiman.

Kulawi: 50 Hektare Sawah Terendam, Jalur Aliran Dibangun Ulang

Tak hanya Nokilalaki, Pemkab Sigi juga sudah mulai menormalisasi sungai di bagian atas perkampungan Desa Mataue, Kecamatan Kulawi. Di titik ini, pemerintah membuat jalur aliran air baru agar lebih aman bagi warga.

Langkah itu diambil setelah banjir melanda Desa Toro, Kecamatan Kulawi, yang mengakibatkan 50 hektare sawah terendam. "Memang hampir di setiap wilayah ini permasalahan utamanya adalah perlu dilakukan normalisasi sungai sehingga diperlukan langkah mitigasi," kata bupati.

Fakta Singkat Mitigasi Banjir di Sigi

  • Dua kecamatan prioritas: Nokilalaki dan Kulawi
  • Dampak banjir di Desa Toro: 50 hektare sawah terendam
  • Instansi pelaksana: Dinas PU dan BPBD Kabupaten Sigi

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Bupati mengimbau seluruh warga Sigi untuk tetap waspada dan bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan. Normalisasi sungai diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top