PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menerima kunjungan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulteng di Rumah Jabatan Gubernur Siranindi, Jalan Prof. Moh. Yamin, Kecamatan Palu Selatan. Rombongan dipimpin Ketua PWM Amin Parakkasi, didampingi Sekretaris Mulkus, Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Rajindra, serta sejumlah wakil rektor dan sekretaris universitas.
Dalam pertemuan itu, PWM Sulteng menyerahkan batik Tanwir kepada Anwar Hafid. Batik bermotif daun kelor tersebut langsung dikenakan gubernur sebelum sesi foto bersama.
Anwar menilai desain batik Tanwir yang mengangkat kearifan lokal Sulawesi Tengah sebagai langkah memperkenalkan kekayaan daerah melalui agenda nasional Muhammadiyah. Menurutnya, motif kelor memberi ciri khas tersendiri bagi forum yang akan dihadiri peserta dari berbagai provinsi.
"Luar biasa ini batik Tanwir karena mengangkat kearifan lokal di Sulteng," ujarnya.
Pemprov Sulteng menyatakan kesiapan berkontribusi menyukseskan Tanwir melalui koordinasi dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Anwar mengagendakan rapat koordinasi bersama PWM Sulteng dan SKPD di lokasi utama penyelenggaraan, yakni Universitas Muhammadiyah Palu.
Rapat tersebut bertujuan menginventarisasi kebutuhan dan mematangkan persiapan Sulteng sebagai tuan rumah. Sejumlah sektor yang diperkirakan terdampak positif meliputi pariwisata, transportasi, dan kuliner, seiring kedatangan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Ketua PWM Sulteng Amin Parakkasi menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan gubernur terhadap persiapan Tanwir. Ia menilai langkah cepat pemprov menjadwalkan rapat koordinasi mencerminkan komitmen pemerintah daerah mendukung agenda Muhammadiyah.
Amin juga mengapresiasi program Pemprov Sulteng yang manfaatnya dirasakan warga Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya program Berani Cerdas. Program itu dinilai membantu mahasiswa, termasuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palu, dalam mengakses pendidikan tinggi.
Pembukaan Tanwir Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026 dan direncanakan dibuka Presiden Prabowo Subianto. Sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar, Tanwir menjadi momentum bagi Muhammadiyah membahas persoalan keumatan, kebangsaan, serta arah gerakan persyarikatan.
Bagi Kota Palu, gelaran ini menjadi ujian kesiapan daerah dalam menangani kunjungan berskala nasional. Koordinasi lintas SKPD yang dijadwalkan dalam waktu dekat akan menentukan sejauh mana Pemprov Sulteng menyiapkan akomodasi, transportasi, dan pengamanan peserta.