Pertamina Drilling Gandeng Weatherford, Garap Jasa Pengeboran hingga Panas Bumi

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 17:04:01 WIB
Pertamina Drilling menjalin kerja sama dengan Weatherford untuk layanan jasa pengeboran hingga panas bumi.

SULAWESI TENGAH — Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kebutuhan industri energi nasional akan teknik pengeboran yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan menggandeng Weatherford, Pertamina Drilling tidak hanya ingin menambah portofolio proyek, tetapi juga mengejar efisiensi biaya dan keselamatan kerja di lapangan.

Cakupan Kerja Sama dan Target Pasar

Ruang lingkup kerja sama ini cukup luas, mulai dari penyediaan jasa pengeboran, evaluasi formasi, konstruksi dan komplesi sumur, hingga intervensi sumur serta optimisasi produksi. Kedua perusahaan juga sepakat untuk mengidentifikasi peluang pasar baru di sektor migas dan panas bumi, termasuk program pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Kami optimistis sinergi ini akan membuka peluang bisnis baru, memperkuat pengembangan kompetensi SDM, serta memberikan nilai tambah bagi industri minyak, gas, dan panas bumi di Indonesia maupun pasar internasional," ujar Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

Bagi Avep, kerja sama dengan Weatherford bukan sekadar kontrak bisnis. Ia menilai teknologi dan solusi digital terintegrasi yang dimiliki Weatherford akan mendorong operasional pengeboran yang lebih aman dan berkelanjutan di Indonesia.

Mengapa Menggandeng Weatherford?

Weatherford bukan pemain baru di industri hulu migas. Berbasis di Swiss, perusahaan ini dikenal luas karena keahliannya dalam layanan pengeboran, evaluasi formasi, hingga solusi optimisasi produksi berbasis teknologi modern. Reputasi global inilah yang menjadi modal utama bagi Pertamina Drilling untuk bersaing di kancah internasional.

Sinergi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina Drilling untuk memperkuat daya saing di tengah transisi energi. Dengan portofolio yang mencakup sektor panas bumi, perusahaan berharap dapat berkontribusi lebih besar terhadap target bauran energi nasional yang semakin hijau.

Langkah Tindak Lanjut

Setelah penandatanganan MoU ini, kedua belah pihak akan duduk bersama untuk mendiskusikan opsi-opsi teknis dan komersial guna merealisasikan peluang yang ada. Fokus awal kemungkinan besar diarahkan pada proyek-proyek pengeboran yang membutuhkan teknologi tinggi dan efisiensi biaya.

Langkah ini sekaligus menjawab tantangan industri pengeboran nasional yang kerap menghadapi kendala geologi yang kompleks. Dengan dukungan teknologi Weatherford, Pertamina Drilling diharapkan bisa mengeksekusi proyek-proyek sulit yang sebelumnya membutuhkan biaya besar.

Ke depan, kolaborasi ini berpotensi mempercepat pengembangan lapangan-lapangan migas marginal dan panas bumi di Indonesia, yang selama ini membutuhkan investasi teknologi tinggi untuk bisa dioptimalkan.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top