HUT RI ke-81 di Morowali Digelar di Pantai dengan Olimpiade Anak Kos, Puluhan Peserta Berebut Kursi di Gazebo Buana Beach

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:03:32 WIB
Puluhan peserta mengikuti lomba estafet kursi dalam peringatan HUT ke-81 RI di Gazebo Buana Beach, Morowali, Selasa (19/8/2026).

MOROWALI — Suasana berbeda terlihat di Gazebo Buana Beach, Desa Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tempat wisata pantai ini berubah menjadi arena perlombaan yang meriah, dengan peserta utamanya adalah anak kos dan warga sekitar pada Selasa (19/8/2026).

Kegiatan bertajuk "Merdeka Bareng Anak Kos" ini sengaja dirancang untuk menghadirkan keceriaan khas 17-an bagi para perantau yang tak bisa pulang kampung. Panitia memastikan seluruh rangkaian acara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun bagi peserta.

Estafet Kursi Jadi Puncak Kemeriahan di Bahodopi

Puncak acara terjadi saat lomba estafet kursi dimulai. Puluhan ibu-ibu dan anak kos kompak berputar mengelilingi kursi plastik sambil diiringi musik dangdut. Tawa pecah seketika ketika musik berhenti dan semua peserta berebut tempat duduk.

Momen saling dorong pelan dan gelak tawa dari peserta yang gagal mendapatkan kursi menjadi pemandangan yang menghibur. "Ini lomba paling ditunggu. Capek kerja hilang semua kalau sudah begini," ujar salah satu peserta sambil ngos-ngosan namun tetap tersenyum.

Semangat kebersamaan terlihat dari beragamnya peserta yang hadir, mulai dari yang mengenakan hijab, baju merah, hingga baju pink. Semua larut dalam kegembiraan yang sama di halaman Gazebo Buana Beach.

Deretan Lomba Tradisional dan Adu Gengsi Antar Kos

Panitia menyiapkan berbagai lomba tradisional yang sudah lama dinantikan warga. Balap karung yang bikin peserta jatuh bangun, makan kerupuk dengan wajah belepotan, hingga tarik tambang antar kos yang bukan sekadar adu tenaga tetapi juga adu gengsi.

Estafet air dan estafet sarung dijamin membuat peserta pulang basah kuyup. Lomba bawah balon dan karaoke lagu wajib juga memeriahkan suasana. Amink, Difa, Aqila, dan Uky menjadi beberapa anak kos yang sudah lebih dulu mendaftar dan mengikuti seluruh rangkaian lomba.

"Kita mau anak kos juga merasakan meriahnya 17-an. Biar tidak hanya di kampung halaman saja yang rame. Di perantauan juga harus merdeka!" tegas Ahyar Aminudi, S.T, warga yang menjadi penggagas acara ini.

Semangat 45 dan Jiwa Nasionalisme Jadi Modal Utama

Yang paling menarik dari gelaran ini adalah tidak adanya biaya pendaftaran bagi peserta. "100 persen gratis, tidak dipungut biaya. Modalnya hanya semangat 45 dan jiwa nasionalisme," tegas pihak panitia.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah menarik bagi para pemenang dan sesi foto bersama mengibarkan bendera Merah Putih di tepi pantai. Momen tersebut dijamin menjadi kenangan paling berkesan selama ngekos di Morowali.

Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa kemerdekaan milik semua orang, baik yang berada di kantor, sekolah, rumah, maupun kos-kosan. Jauh dari orang tua, namun kebersamaan yang terjalin tidak kalah hangat.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top