Disdik Sulteng Mulai Uji Coba Simulasi Bencana untuk Siswa SLB, Pendidikan Kebencanaan Segera Masuk Kurikulum

Penulis: Joko Purnomo  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:39 WIB
Simulasi mitigasi bencana khusus untuk siswa SLB di Sulawesi Tengah mulai digelar.

PALU — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Tengah mulai menguji coba program simulasi mitigasi bencana yang secara spesifik dirancang untuk siswa berkebutuhan khusus di tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB). Program ini merupakan langkah awal dari kajian untuk memasukkan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah di provinsi tersebut.

Kepala Disdik Sulawesi Tengah menyebut simulasi ini menjadi respons terhadap kerentanan tinggi daerah yang berada di jalur gempa dan tsunami. "Kami ingin memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki pemahaman dasar tentang apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi," ujarnya saat meninjau langsung jalannya simulasi di salah satu SLB di Kota Palu.

Mengapa Simulasi Ini Berbeda untuk Siswa SLB?

Materi dan metode simulasi yang diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan sekolah reguler. Disdik Sulteng mengadaptasi pendekatan komunikasi visual, isyarat, dan praktik langsung yang lebih intensif agar mudah dipahami oleh siswa dengan berbagai jenis disabilitas.

Dalam simulasi tersebut, para guru dan tenaga kependidikan juga dilatih untuk menjadi pendamping evakuasi yang sigap. Mereka diajarkan teknik membimbing siswa tunanetra, tunarungu, hingga tunagrahita saat proses penyelamatan diri berlangsung.

Kajian Kurikulum Kebencanaan: Target dan Tahapan

Selain menggelar simulasi, Disdik Sulteng tengah mengkaji secara teknis bagaimana konsep pendidikan kebencanaan bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum. Kajian ini mencakup penyusunan modul ajar, penjadwalan jam pelajaran khusus, hingga pelatihan guru di seluruh jenjang pendidikan.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Sulawesi Tengah merupakan daerah rawan gempa bumi dan tsunami, seperti yang pernah terjadi pada 2018 silam. Dengan adanya kurikulum kebencanaan, diharapkan kesiapsiagaan siswa dan tenaga pendidik bisa terbangun secara sistemik, bukan hanya bersifat insidental.

Fakta Singkat: Simulasi Bencana untuk SLB di Sulteng

  • Disdik Sulteng menggelar simulasi mitigasi bencana khusus untuk siswa berkebutuhan tingkat SLB.
  • Metode simulasi menggunakan pendekatan visual, isyarat, dan praktik langsung yang disesuaikan dengan jenis disabilitas siswa.
  • Disdik mengkaji pemasukan pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum sekolah sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
  • Langkah ini merupakan respons terhadap tingginya risiko bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Disdik Sulteng menargetkan kajian kurikulum kebencanaan ini bisa rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, uji coba penerapan di sejumlah sekolah akan dilakukan sebelum diberlakukan secara lebih luas.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: radarpalu.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top