PALU — Zainal Abidin menyoroti pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah oleh ideologi radikal. Menurutnya, paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan ajaran agama harus ditolak bersama.
"Tugas kita sekarang adalah merawat ikatan persaudaraan ini agar tetap utuh," katanya.
Moderasi dan Toleransi Harus Diperkuat di Akar Rumput
Zainal menilai komitmen membentengi negara tidak cukup hanya diucapkan di forum-forum resmi. Penguatan nilai-nilai moderasi dan toleransi perlu dilakukan hingga tingkat akar rumput.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menegaskan agama dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya, menurut dia, saling menguatkan dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan penuh kasih sayang.
"Maka ideologi apa pun yang ingin memecah belah bangsa tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat," tuturnya.
Momentum Sejarah untuk Menolak Narasi Intoleran
Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Zainal mengimbau seluruh pihak terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum sejarah sebagai penguat tali silaturahmi antarwarga.
"Mari kita jadikan momentum sejarah ini untuk semakin mempererat tali silaturahmi, menolak narasi intoleran, dan bersama-sama merawat kedamaian demi keutuhan NKRI," ujarnya.
Seruan Ketua FKUB Sulawesi Tengah itu menyasar seluruh lapisan masyarakat di provinsi yang dikenal majemuk secara etnis dan agama. FKUB sendiri berperan sebagai wadah komunikasi antarumat beragama di daerah.