Pencarian

Netanyahu Bawa Antena Starlink ke Pidato PBB, Sindir Sensor Internet Iran

Jumat, 25 September 2026 • 16:03:31 WIB
Netanyahu Bawa Antena Starlink ke Pidato PBB, Sindir Sensor Internet Iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengangkat perangkat Starlink Mini saat berpidato di Majelis Umum PBB.

SULAWESI TENGAH — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengangkat perangkat Starlink Mini saat berpidato di Majelis Umum PBB, memakai antena internet satelit itu untuk menyindir kebijakan sensor internet pemerintah Iran. Aksi tersebut menjadi sorotan karena Iran menetapkan layanan Starlink ilegal, meski puluhan ribu antenanya dilaporkan telah diselundupkan ke negara itu. Insiden ini menegaskan posisi Starlink sebagai perangkat yang diperebutkan dalam konflik geopolitik, bukan sekadar alat konektivitas.

Momen Starlink Mini di Mimbar Majelis Umum PBB

Dalam pidato berdurasi 40 menit, Netanyahu mengangkat perangkat internet satelit dari SpaceX tersebut ke arah hadirin. Ia menyampaikan pesan yang ditujukan langsung ke delegasi Iran.

"Saya akan menitipkan (perangkat Starlink Mini portabel) ini pada Anda agar bisa memberikannya kepada delegasi Iran. Sehingga ketika mereka pada akhirnya membelot, mereka juga akan bisa dengan bebas membagikan kisah mereka di media sosial," ujarnya.

Ia juga menyinggung dugaan upaya Iran membungkam pihak-pihak yang berseberangan dengan memutus akses internet pada awal tahun ini. "Rezim Iran sangat ketakutan ketika rakyatnya memiliki (akses internet)," kata Netanyahu.

Mengapa Starlink Jadi Alat Sindiran

Iran menetapkan layanan Starlink ilegal karena kemampuannya menembus sensor internet. Meski dilarang, kabar soal puluhan ribu antena yang diselundupkan ke negara itu tetap beredar, terlepas dari upaya otoritas Iran menyitanya.

Pada Januari, SpaceX mulai menyediakan akses internet satelit gratis di Iran bagi pengguna yang memiliki perangkat Starlink. Langkah itu memperkuat posisi Starlink sebagai jalur koneksi alternatif ketika infrastruktur internet lokal dibatasi.

Netanyahu menuduh pemerintah Iran menghabiskan miliaran dolar untuk menyensor internet. Menurutnya, Starlink telah membantu rakyat Iran mengakses informasi yang ia sebut sebagai kebenaran.

Walk Out dan Tudingan di Ruang Sidang

Pidato Netanyahu hanya disaksikan segelintir orang. Banyak delegasi, termasuk dari Iran, melakukan walk out sebelum ia mulai berbicara.

Ia menyebut pihak-pihak yang memboikotnya sebagai "pengecut moral" dan meminta mereka segera meninggalkan ruang sidang PBB. Netanyahu juga membantah negaranya melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, dan menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan terbesar abad ini.

Bantahan itu berbanding terbalik dengan laporan PBB pada Juni. Laporan tersebut menyatakan otoritas dan pasukan keamanan Israel terus melakukan kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza serta Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Laporan PBB itu juga menyoroti penargetan anak-anak Palestina dalam berbagai kesempatan, yang menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya mengalami penderitaan permanen.

Dampak bagi Pasar Internet Satelit

Bagi pengguna dan pelaku bisnis digital, momen di PBB itu menunjukkan Starlink telah bergeser dari layanan konektivitas komersial menjadi instrumen diplomasi. Di pasar Indonesia sendiri, Starlink sudah beroperasi dan bersaing dengan operator lokal, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Posisi Starlink di sejumlah negara yang membatasi internet memunculkan pertanyaan soal regulasi. Pemerintah dapat mengizinkan layanannya secara resmi, seperti di Indonesia, atau melarangnya seperti Iran, tergantung kepentingan masing-masing.

Netanyahu belum menyampaikan tindak lanjut soal perangkat yang ia angkat dalam pidato tersebut, termasuk apakah antena itu benar-benar diserahkan ke delegasi Iran.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks