Pencarian

Waspadai Influenza pada Lansia: Kelompok Rentan dan Imbauan Vaksinasi Kemenkes

Jumat, 25 September 2026 • 11:05:31 WIB
Waspadai Influenza pada Lansia: Kelompok Rentan dan Imbauan Vaksinasi Kemenkes
Kementerian Kesehatan RI menyoroti influenza pada lansia sebagai kelompok rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.

SULAWESI TENGAH — Lebih dari 2,4 juta kasus ISPA pada lansia tercatat di Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026. Influenza yang tampak seperti penyakit musiman biasa bisa berujung pneumonia pada kelompok rentan. Simak siapa saja yang perlu waspada dan mengapa vaksinasi tahunan jadi kunci perlindungan.

Kementerian Kesehatan RI menyoroti influenza yang menyerang lansia bukan sekadar batuk pilek biasa. Penurunan fungsi organ dan penyakit penyerta membuat kelompok usia ini lebih sulit menghadapi infeksi saluran pernapasan.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI, Imran Pambudi, menyebut lansia sebagai kelompok paling rentan terhadap penyakit pernapasan. Sistem imun yang melemah membuat tubuh tidak punya banyak cadangan untuk melawan infeksi.

Mengapa Lansia Paling Berisiko

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menemukan hipertensi pada 63,5 persen lansia, obesitas 14,1 persen, diabetes 5,7 persen, pneumonia 5,6 persen, dan ISPA 4,6 persen. Penyakit penyerta ini memperbesar risiko komplikasi saat influenza menyerang.

Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 yang mencakup sekitar 7 juta lansia memperkuat gambaran tersebut. Hampir seluruh lansia kurang aktivitas fisik, lebih dari sepertiga mengalami obesitas sentral, dan sekitar sepertiga lainnya punya gangguan kognitif.

Cadangan fungsi paru dan jantung yang menurun membuat lansia lebih rentan mengalami pneumonia. Kondisi ini yang membuat Imran meminta influenza pada lansia tidak dianggap enteng.

Influenza dan ISPA Itu Berbeda

Banyak orang menyamakan influenza dengan ISPA. Imran menjelaskan ISPA adalah istilah umum untuk infeksi saluran pernapasan, sedangkan influenza hanya salah satu penyakit di dalamnya.

ISPA bisa disebabkan virus influenza, RSV, adenovirus, hingga rhinovirus. Polusi udara dan asap rokok juga berperan sebagai faktor lingkungan.

Influenza sendiri khusus disebabkan virus influenza, dengan gejala demam mendadak, batuk, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan lelah.

"Influenza termasuk dalam kategori ISPA, tetapi tidak semua ISPA adalah influenza," ujar Imran.

Sebaran Kasus di Indonesia

Data nasional Januari–Agustus 2026 mencatat lebih dari 2,4 juta kasus ISPA pada lansia. Pola kasus naik di awal tahun, menurun pertengahan tahun, lalu kembali meningkat pada Agustus.

Kenaikan ini muncul di tengah laporan peningkatan influenza A, termasuk subtipe H3N2 yang di media disebut sebagai 'superflu'. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten jadi wilayah dengan kasus lansia tertinggi.

Di Aceh, Januari 2026 tercatat 2.902 kasus ISPA pada lansia, dengan 35 di antaranya pneumonia. Angka ini menunjukkan dampak influenza bisa jauh lebih serius meski jumlah kasusnya lebih rendah dibanding kelompok dewasa.

Siapa Saja yang Perlu Vaksinasi

WHO memperkirakan influenza musiman menyebabkan 3–5 juta kasus penyakit berat dan 290 ribu–650 ribu kematian per tahun secara global. Vaksinasi disebut sebagai cara utama pencegahan.

Selain lansia, kelompok berisiko tinggi meliputi orang dengan penyakit kronis, ibu hamil, anak kecil, dan mereka dengan daya tahan tubuh menurun. Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun karena kekebalan menurun seiring waktu dan virus terus berubah.

"Perlindungan terhadap lansia menjadi sangat penting. Vaksinasi influenza tahunan harus diperluas, terutama di wilayah padat penduduk," kata Imran.

Dukungan Lingkungan untuk Lansia

Imran menekankan vaksinasi bukan satu-satunya upaya. Ketersediaan air bersih, ventilasi rumah yang baik, dan lingkungan nyaman bagi lansia turut mengurangi risiko komplikasi pernapasan.

"Perlindungan terhadap lansia membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan vaksinasi, perhatian keluarga, dan dukungan komunitas, lansia dapat tetap sehat, mandiri, dan produktif," pungkasnya.

Bagi ibu muda yang merawat orang tua di rumah, mengenali gejala influenza sejak dini dan memastikan jadwal vaksin tahunan tetap berjalan adalah langkah kecil berdampak besar. Jangan tunggu sesak napas muncul sebelum membawa lansia ke fasilitas kesehatan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks