BANGGAI — Puluhan pengunjung Pantai Kilo Lima, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dibuat takjub dengan aksi berani lima penyelam yang membentangkan Sang Saka Merah Putih di dasar laut. Mereka adalah Tim Penyelam KUPP Kelas II Luwuk yang terdiri dari Arlon Nurdin sebagai ketua, serta Reynaldi, Farhan, Miko, dan Aco.
Penyelaman dilakukan hingga kedalaman sekitar 16 meter dengan membentuk formasi tertentu. Seluruh personel yang terlibat merupakan penyelam bersertifikat resmi.
Simbol Nasionalisme di Bawah Permukaan Laut
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial perayaan kemerdekaan. Kepala KUPP Kelas II Luwuk, Hasfar M., S.E., M.M., menyebut aksi tersebut merupakan bentuk nyata dukungan jajarannya terhadap tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
"Secara pribadi saya sangat mengapresiasi langkah Tim Penyelam KUPP Luwuk yang telah berusaha membentuk formasi dan membentangkan bendera Merah Putih di dalam laut," ujar Hasfar dalam keterangannya.
Menurutnya, penyelaman ini juga menjadi cara untuk menunjukkan eksistensi KUPP di wilayah kelautan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut.
Seleksi Ketat Bagi Masyarakat yang Ingin Ikut
Hasfar menegaskan bahwa aksi serupa tidak bisa diikuti sembarang orang. Ia mengingatkan, masyarakat yang berminat bergabung dalam kegiatan penyelaman harus melalui proses seleksi yang ketat.
Ketentuan itu terutama berkaitan dengan kemampuan teknis dan standar keselamatan penyelaman. Hal ini penting mengingat aktivitas di bawah permukaan laut memiliki risiko yang tidak bisa dianggap remeh.
Di akhir keterangannya, Hasfar berharap peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum memperkuat rasa nasionalisme di lingkungan KUPP Luwuk.
"Peringatan kemerdekaan bukan hanya sekadar merayakannya, tetapi juga untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga demi negara," pungkasnya.