PALU — Kongres Biasa Asprov PSSI Sulawesi Tengah digelar di Kota Palu dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulteng, Muchsin Husain Pakaya. Plt Ketua Asprov PSSI Sulteng, Mayjen TNI (Purn.) Rudi Yulianto, mengikuti rangkaian sidang secara daring.
Hadir di lokasi, Plt Wakil Ketua Umum Rachmansyah Ismail, Plt Sekretaris Umum Samsurijal Labatjo, dan Wakil Ketua Umum KONI Sulteng Helmy Umar. Hak suara dipegang 12 Asosiasi Kabupaten (Askab), 1 Asosiasi Kota (Askot), dua asosiasi sepak bola, serta 7 klub anggota resmi.
Agenda pokok kongres adalah pembentukan dan pemilihan Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP). Dua komite itu akan mengawal proses pencalonan Ketua Umum definitif pada Kongres Luar Biasa (KLB) mendatang.
Rudi Yulianto menilai tahapan organisasi telah berjalan sesuai statuta. Ia secara khusus menyoroti peran pengurus transisi yang mengawal forum tersebut.
"Saya berterima kasih kepada Plt Wakil Ketua Umum dan Plt Sekretaris Umum yang membantu terlaksananya Kongres Biasa ini. Saya berharap kongres ini mendorong kemajuan strukturisasi organisasi dan memperkuat proses menuju Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum definitif," papar Rudi Yulianto via daring.
Ketua Steering Committee (SC) Kongres, Samsurijal Labatjo, menegaskan pelaksanaan kongres merupakan mandat Statuta PSSI dan Peraturan Organisasi. Tujuannya mempercepat hadirnya kepengurusan definitif di tingkat provinsi.
Ia juga mengklarifikasi penunjukan ulang Plt Ketua di 8 Askab se-Sulteng. Menurut Samsurijal, langkah itu menindaklanjuti temuan evaluasi PSSI Pusat soal maladministrasi pengangkatan Plt lama yang terbit sebelum masa bakti pengurus sebelumnya berakhir.
"Hal itu bukan keinginan kami, tetapi adanya temuan dari PSSI Pusat bahwa ada ketidaksesuaian prosedur pada pengangkatan Plt terdahulu. Demi tertib aturan, kami harus merapikan kembali," jelasnya.
Askab dan Askot yang masa jabatannya masih aktif tidak mengalami perubahan kepengurusan. Samsurijal yang akrab disapa Ijal menyebut penataan ini semata soal tertib administrasi, bukan pergantian politik di tingkat kabupaten/kota.
PSSI Pusat menetapkan 7 klub di Sulawesi Tengah terverifikasi dan tervalidasi sebagai anggota resmi Asprov. Jumlah itu jauh di bawah puluhan klub yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.
Penyesuaian keanggotaan mengacu aturan baru PSSI yang mewajibkan klub anggota berkompetisi di Liga 4 minimal musim 2025/2026. Klub yang tidak memenuhi syarat belum memperoleh hak suara dalam kongres.
Kadispora Sulteng Muchsin Husain Pakaya menilai forum ini sebagai cerminan pembenahan tata kelola kepengurusan daerah. Ia berharap reformasi struktur berimbas pada prestasi sepak bola Bumi Tadulako.
"Saya berharap kongres ini bisa menciptakan iklim olahraga, khususnya sepak bola yang baik, transparan, dan berprestasi di masa mendatang," ungkap Muchsin Husain Pakaya dalam sambutannya.
Setelah KP dan KBP terbentuk, perhatian beralih ke jadwal KLB. Pemilihan ketua definitif akan menjadi ujian pertama bagi struktur organisasi yang baru dirapikan, sekaligus penentu arah pembinaan sepak bola daerah pada musim-musim berikutnya.