PALU — Jajaran pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah mengikuti apel pagi yang dipimpin Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Sopian. Dalam arahan itu, Sopian menyoroti kebiasaan sederhana yang dinilai mulai longgar, seperti bertegur sapa, memberi salam, dan membangun komunikasi antarpegawai. Menurut dia, kebiasaan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus terus dipelihara.
Sopian menuturkan, hubungan kerja yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan perlu dibangun secara sadar oleh setiap pegawai. Ia menilai suasana kerja yang cair akan memudahkan koordinasi lintas bidang di lingkungan kanwil.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan hal senada. Ia menyebut etika dan sikap saling menghormati sebagai nilai dasar yang tidak boleh luntur di lingkungan instansi.
"Etika dan sikap saling menghormati adalah nilai dasar yang harus terus dijaga. Sapaan, senyuman, dan komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan memperkuat kebersamaan dalam organisasi," ujar Rakhmat Renaldy.
Rakhmat menambahkan, hubungan yang baik antara pegawai dan pimpinan berdampak langsung pada kenyamanan dan produktivitas kerja. Ia menilai organisasi yang solid tidak lahir dari struktur semata, tetapi dari interaksi sehari-hari yang terbuka.
Dalam keterangannya, Rakhmat secara khusus meminta pegawai tidak lagi merasa sungkan atau canggung menyapa rekan kerja maupun pimpinan. Menurut dia, jarak komunikasi yang terlalu kaku justru menghambat laju organisasi.
"Jangan ada rasa malu atau canggung untuk berinteraksi, termasuk dengan pimpinan. Organisasi yang kuat dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan semangat kebersamaan," tambahnya.
Apel pagi di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng rutin digelar sebagai sarana pembinaan pegawai. Selain etika, kegiatan itu juga dipakai untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan budaya kerja positif.
Kanwil Kemenkum Sulteng menargetkan nilai-nilai tersebut berujung pada pelayanan publik yang lebih humanis. Pegawai diharapkan tidak hanya disiplin secara administratif, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat pengguna layanan.
Langkah pembinaan melalui apel pagi disebut akan terus dilakukan secara berkala. Tujuannya, mewujudkan organisasi yang profesional sekaligus tetap menjaga sisi kekeluargaan di antara seluruh jajaran pegawai.