SULAWESI TENGAH — CEO Ford Jim Farley meminta Amerika Serikat mengevaluasi setiap langkah yang membuka pintu bagi produsen otomotif China, merujuk pengalaman Eropa yang kini kewalahan menahan gempuran merek Tiongkok. Peringatan ini muncul saat Ford tetap membuka peluang kemitraan strategis dengan perusahaan China jika bisa menekan biaya atau melengkapi keahlian yang belum dimiliki.
Jim Farley menyampaikan peringatan tersebut dalam pernyataannya di New York, menyoroti bagaimana produsen kendaraan Tiongkok telah memperluas kehadiran mereka secara pesat di Eropa. Menurutnya, ekspansi agresif itu menekan produsen lokal dan menyebabkan mereka kehilangan pangsa pasar.
Farley menilai negara-negara Eropa kini menghadapi tantangan besar untuk membendung pengaruh merek-merek Tiongkok yang terus berkembang. Ia menjadikan situasi itu sebagai pelajaran penting bagi industri otomotif global, khususnya Amerika Serikat.
Menurut Farley, produsen kendaraan Tiongkok telah memperluas kehadiran mereka secara pesat di Eropa. Tekanan itu membuat produsen lokal kehilangan pangsa pasar secara signifikan.
Ia meyakini negara-negara Eropa kini kesulitan membendung pengaruh merek-merek Tiongkok yang terus berkembang. Kondisi ini yang membuat Farley mendesak AS tidak mengulang kesalahan yang sama.
Meski bersikap hati-hati terhadap masuknya perusahaan Tiongkok ke pasar AS, Farley menegaskan Ford tetap terbuka untuk berkolaborasi di bidang-bidang tertentu. Kerja sama itu dinilai bisa memberikan manfaat bagi operasional perusahaan.
Ia menyatakan Ford akan menjalin kemitraan strategis jika hal tersebut dapat membantu menekan biaya atau melengkapi keahlian yang belum dimiliki perusahaan. Posisi ini menunjukkan Ford memisahkan antara kewaspadaan terhadap dominasi pasar dan peluang kerja sama teknis.
Peringatan Farley menyoroti ketegangan yang semakin nyata antara produsen otomotif mapan dan merek-merek China yang terus ekspansi. Eropa menjadi cerminan bagaimana kehadiran merek Tiongkok dapat mengubah peta persaingan dengan cepat.
Bagi Amerika Serikat, langkah evaluasi yang diminta Farley akan menentukan seberapa besar ruang gerak produsen China di pasar domestik. Ford sendiri mengambil posisi ganda: waspada terhadap masuknya merek China, namun siap berkolaborasi bila menguntungkan.