HIPKA Soroti Investasi Tambang Menggurita di Sulteng, Pengusaha Lokal Dinilai Belum Banyak Terlibat

Penulis: Gunawan Susilo  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:01:01 WIB
Ketua Bidang Pertambangan BPW HIPKA Sulteng, Itho Murthada SM, berbicara dalam Podcast JMSI Sulteng, Sabtu (3/10/2026).

PALU — Ketua Bidang Pertambangan BPW HIPKA Sulteng, Itho Murthada SM, menilai investasi tambang yang mengalir deras ke Sulawesi Tengah belum otomatis membuat pengusaha lokal menikmati perputaran ekonominya. Dalam Podcast JMSI Sulteng yang dipandu Rony Shandy, Sabtu (3/10/2026), ia menyebut ada kesenjangan antara besarnya investasi yang masuk dan keterlibatan pengusaha daerah dalam rantai pasok industri pertambangan.

Itho menjelaskan, sejak awal pembukaan sektor pertambangan, ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai: menarik investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara. Namun, menurut dia, tujuan itu harus diikuti pertanyaan lanjutan soal siapa yang benar-benar mendapatkan manfaat ekonominya.

Morowali Jadi Contoh: Investasi Besar, Pengusaha Lokal Dinilai Belum Sepadan

Itho mencontohkan kawasan Morowali dan Morowali Utara yang menjadi salah satu pusat investasi tambang di Sulawesi Tengah. Investasi di dua wilayah itu berkembang pesat.

Meski begitu, jumlah pengusaha lokal yang terlibat dalam rantai industri dinilai belum sebanding dengan besarnya investasi yang masuk. "Dalam pengamatan BPW HIPKA Sulteng masih terdapat gap antara harapan pemerintah dengan keterlibatan pengusaha lokal dalam berbagai industri pertambangan," ujar Itho.

Ke Mana Uang dari Tambang Mengalir?

Persoalan yang diangkat Itho mengarah pada satu isu ekonomi yang lebih besar. Jika kebutuhan perusahaan tambang lebih banyak dipasok perusahaan dari luar daerah, apakah multiplier effect investasi benar-benar maksimal dirasakan masyarakat lokal?

Pertanyaan itu, menurut dia, kini jadi krusial. Sebab, derasnya ekspansi perusahaan tambang tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan pengusaha daerah di sekitar kawasan industri.

Itho menilai keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok menjadi kunci agar perputaran ekonomi dari sektor tambang tidak hanya dinikmati pemain besar dari luar Sulawesi Tengah. Ia menyoroti bahwa sektor pertambangan semestinya bisa menjadi penggerak ekonomi daerah secara lebih merata, bukan sekadar penarik investasi.

Bukan Hanya Soal Berapa Investasi Masuk

Menurut Itho, pertanyaan besarnya kini bukan hanya berapa besar investasi tambang yang masuk ke Sulawesi Tengah. Yang tak kalah penting adalah ke mana uang dari aktivitas industri pertambangan itu mengalir.

Ia menilai pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan pengusaha lokal mendapat ruang lebih besar dalam rantai pasok industri tambang. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari investasi yang masuk bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat di daerah penghasil tambang.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: trilogi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top