Pencarian

Wagub Sulteng Nilai Pabrik HPAL PT Vale di Morowali Jadi Contoh Industri Hijau Pertambangan

Rabu, 23 September 2026 • 08:42:31 WIB
Wagub Sulteng Nilai Pabrik HPAL PT Vale di Morowali Jadi Contoh Industri Hijau Pertambangan
Fasilitas HPAL PT Vale Indonesia di Sambalagi, Morowali, dinilai Pemprov Sulawesi Tengah sebagai contoh industri pertambangan yang terukur dan ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Vale Indonesia di Sambalagi, Kabupaten Morowali, sebagai contoh penerapan standar industri pertambangan yang terukur dan ramah lingkungan. Penilaian itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido di Palu, yang menekankan pentingnya keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Reny menyebut kemajuan sektor pertambangan harus berjalan seiring kesejahteraan warga setempat agar manfaatnya berkesinambungan bagi daerah.

PALU — Fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) milik PT Vale Indonesia di Sambalagi, Kabupaten Morowali, dinilai Pemprov Sulawesi Tengah sebagai rujukan penerapan industri pertambangan yang terukur dan ramah lingkungan. Penilaian itu muncul dalam forum industri yang membahas standar pengelolaan tambang di daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menyatakan fasilitas HPAL di Sambalagi sudah melalui tahapan pengembangan pabrik yang layak dipertahankan sebagai contoh. Menurut dia, keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi kunci.

"Jadi salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali sebab sudah melalui pengembangan pabrik HPAL sehingga hal seperti ini dapat terus dipertahankan," kata Reny.

Mengapa Pabrik HPAL di Sambalagi Jadi Rujukan

Fasilitas HPAL mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah. Teknologi ini menuntut standar keselamatan, pengelolaan limbah, dan efisiensi energi yang ketat.

Reny menilai kemajuan sektor pertambangan tidak cukup diukur dari produksi. Ia menyoroti pentingnya dampak kegiatan tambang terhadap warga di sekitar area operasi.

"Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan," ujar dia.

Kontribusi PT Vale dalam Grup MIND ID

PT Vale Indonesia merupakan anggota Grup Mining Industry Indonesia (MIND ID). Perusahaan menyatakan telah menjalankan kegiatan pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.

Melalui penerapan di lapangan dan pertukaran pengetahuan dalam forum industri, PT Vale dinilai dapat memperkuat kontribusinya bersama MIND ID untuk mendorong kemajuan industri pertambangan nasional.

"Pada intinya integrasi teknologi, keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi menjadi landasan perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan generasi mendatang khususnya di Sulawesi Tengah," kata Reny menambahkan.

Dampak yang Diharapkan bagi Warga Morowali

Pemprov Sulawesi Tengah berharap standar industri yang diterapkan di Sambalagi dapat direplikasi di lokasi tambang lain. Harapan itu sejalan dengan target daerah agar manfaat sektor pertambangan tidak berhenti pada penerimaan negara, tetapi juga menaikkan kualitas hidup warga sekitar.

Reny menyebut keberlanjutan kegiatan tambang bergantung pada hubungan yang terjaga antara perusahaan dan masyarakat. Karena itu, integrasi teknologi, keselamatan kerja, dan kolaborasi menjadi landasan yang dinilai perlu terus dipertahankan.

Follow paluonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks