PALU — Maestro Budayawan Kaili Sulawesi Tengah Dr. H. Suaib Djafar, M.Si menyampaikan seruan pelestarian Bahasa Kaili melalui ungkapan "Nemo Rapakalipo Basa Kaili, Ane Ledo Kita Isemavai." Seruan itu ia tujukan kepada seluruh masyarakat Kaili, khususnya generasi muda, agar mencintai, menggunakan, dan mengembangkan Bahasa Kaili sebagai bagian dari identitas dan jati diri.
Menurut Suaib, Bahasa Kaili bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa itu menyimpan nilai-nilai budaya, sejarah, adat istiadat, ungkapan kebijaksanaan, serta pandangan hidup masyarakat Kaili yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di dalam bahasa terdapat makna, dan di dalam makna terkandung nilai-nilai kehidupan. Suaib menilai kekayaan itu hanya bisa bertahan jika penuturnya terus memakai Bahasa Kaili dalam kehidupan sehari-hari.
Ungkapan "Nemo Rapakalipo Basa Kaili" mengandung pesan agar Bahasa Kaili tidak hilang karena ditinggalkan penuturnya. Pelestariannya bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah, lingkungan masyarakat, kegiatan budaya, pendidikan, seni, hingga ruang digital.
Frasa "Ane Ledo Kita Isemavai" yang berarti "kalau bukan kita, siapa lagi?" menegaskan tanggung jawab kolektif. Suaib menyebut pelestarian Bahasa Kaili bukan hanya tugas pemerintah, lembaga adat, budayawan, atau guru.
Seluruh masyarakat Kaili, menurutnya, memikul tanggung jawab yang sama. Tanpa keterlibatan warga, upaya menjaga bahasa warisan leluhur itu akan berjalan setengah hati.
Generasi muda diminta menempatkan Bahasa Kaili bukan sebagai bahasa masa lalu. Bahasa ini dinilai bisa hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.
Bahasa Kaili dapat dipakai untuk bertutur, berpidato, bernyanyi, berkarya, membuat konten kreatif, bercerita, hingga berkomunikasi di ruang digital. Suaib menyebut ruang digital justru membuka peluang baru bagi bahasa daerah untuk tetap terdengar.
Suaib mengajak masyarakat membangun gerakan bersama pelestarian Bahasa Kaili melalui lima langkah sederhana:
Baginya, bahasa adalah identitas, warisan, sekaligus jembatan antargenerasi. Menjaga Bahasa Kaili berarti menjaga jati diri dan masa depan kebudayaan Kaili.