Peter Chan Bawa Drama Alzheimer 'The Road Not Taken' ke Toronto Film Festival

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 17 September 2026 | 18:32:31 WIB

SULAWESI TENGAH — Sutradara kenamaan Hong Kong Peter Chan Ho-sun membawa drama terbarunya, "The Road Not Taken," ke Toronto Film Festival dengan pendekatan yang tak biasa. Film ini menampilkan Zhou Xun sebagai pembawa acara televisi yang menghadapi Alzheimer onset dini. Chan mengungkap bahwa motto penyutradaraannya lahir dari kunjungan ke panti perawatan demensia di Chengdu.

Peter Chan Ho-sun bukan sutradara yang gampang menerima naskah mentah. Ketika proyek "The Road Not Taken" tiba di tangannya sebagai skrip jadi yang sudah dikembangkan sejak masa pandemi COVID-19, ia awalnya hanya berniat menjadi produser. Beberapa sutradara sempat bergantian menggarap proyek ini selama bertahun-tahun.

Setelah menyelesaikan "She's Got No Name," para produser bersama ensembel pemain yang sudah terpilih kembali mendatangi Chan. Ia pun menulis ulang naskah dari nol, hanya mempertahankan satu baris dari draf aslinya. Proses penulisan dibantu seorang asisten karena kemampuan menulis bahasa Mandarin Chan tertinggal dari kefasihan bicaranya.

Motto Delapan Kata dari Panti Perawatan Chengdu

Sebelum menggarap film ini, Chan mengunjungi salah satu fasilitas perawatan Alzheimer terbaik di Chengdu. Panti tersebut dikenal mampu menangani pasien tanpa membuat kondisi mereka cepat memburuk. Dari sana ia membawa pulang delapan kata yang mengubah hampir setiap keputusan kreatifnya: shun shi er wei, shi ke er zhi — ikuti alurnya, tahu kapan harus berhenti.

Frasa itu awalnya diberikan sebagai panduan bagi keluarga pasien demensia. Jangan mengoreksi, jangan berdebat, ikuti ke mana realitas mereka mengalir, tapi kenali titik di mana kamu harus melepaskan.

"Go with the flow, know when to stop, because that's how an Alzheimer patient's family should treat an Alzheimer patient," ujar Chan kepada Variety. "Not just for Alzheimer patients, but also for a director."

Menolak Film Penyakit yang Menggurui

Chan menegaskan dirinya sangat menolak menjadikan materi ini sebagai film isu tentang penyakit. Ia ingin mengeksplorasi hubungan keluarga yang runtuh, dan bagaimana tragedi yang menimpa seseorang kadang justru bisa menyembuhkan keluarga tersebut.

Pendekatan itu terlihat dari cara penyakit sang tokoh pertama kali muncul. Alih-alih membuka dengan peristiwa medis dramatis, Chan memperkenalkannya lewat kesalahan biasa: Jia Jia, pembawa acara talk show yang diperankan Zhou Xun, lupa istilah "AI" saat diskusi langsung dan menggantinya dengan "artificial talent."

"What really interested me was the fact that we wanted to get into the perspective of the patient," kata Chan.

Sudut Pandang Pasien dan Ending yang Diubah

Perspektif pasien menjadi perangkat naratif utama film ini. Sebuah keran bocor, dalam benak Jia Jia, berubah menjadi garasi parkir yang banjir. Pendekatan ini juga menghasilkan keputusan kreatif tersulit bagi Chan.

Ending versi awalnya mendorong ide "ikuti alurnya" sejauh mungkin. Chan memilih empat aktor tak dikenal untuk diam-diam menggantikan empat pemeran utama di adegan akhir, memvisualisasikan persepsi Jia Jia yang melihat keluarganya sebagai orang asing. Adegan itu sudah syuting, tapi tidak bertahan di meja editing.

"It didn't work, because it was jarring for the audience," ujar Chan.

Di sinilah separuh lain dari motto itu bekerja: tahu kapan harus berhenti. Chan kembali ke lokasi dan syuting ulang ending-nya. Jia Jia kini membacakan dialog dari siaran sepuluh tahun lalu sambil berbicara kepada keluarganya seolah mereka orang tak dikenal — mencapai ide yang sama lewat akting, bukan pergantian pemain literal.

Reuni dengan Zhou Xun Setelah 21 Tahun

"The Road Not Taken" mempertemukan Chan dengan Zhou Xun, 21 tahun setelah keduanya bekerja sama dalam musikal "Perhaps Love" (2005). Chan mengaku sempat ragu apakah aktris yang biasanya berperan hangat dan polos itu mampu membawakan karakter yang pemarah, tertekan secara finansial, dan meremehkan putrinya sebelum

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top