SULAWESI TENGAH — Xring O3 dibangun dengan teknologi pemrosesan 3nm dan CPU 10-core berclock hingga 4,35 GHz. Xiaomi menyatakan kinerja CPU dan GPU chip ini mendekati platform M5 kelas desktop milik Apple.
Untuk tugas AI, ada NPU Xuanjie empat-core. Xiaomi menyebut angka 200 TOPS untuk pemrosesan AI lokal, ditopang GPU 16-core G2-Ultra NX. RAM tersedia hingga 16GB dengan penyimpanan UFS 4.1 sampai 1TB.
Tablet ini menjalankan HyperOS 4. Perlu diingat, klaim performa setara M5 masih sebatas pernyataan Xiaomi — belum ada data benchmark independen yang bisa memverifikasi.
Panelnya berukuran 13,3 inci dengan resolusi 3.408 x 2.272 piksel, rasio aspek 3:2, dan refresh rate 144Hz. Xiaomi mengklaim kecerahan global hingga 1.000 nits dengan akurasi warna Delta E 0,47.
Ada opsi Nano Soft Light Screen pada konfigurasi tertentu untuk meredam silau dan pantulan. Rasio 3:2 memberi ruang vertikal lebih luas untuk membaca dokumen dan multitasking split-screen.
Catatan penting: di kelas tablet premium yang mulai didominasi panel OLED, Xiaomi masih bertahan dengan LCD. Kecerahan 1.000 nits memang tinggi, tapi kontras hitamnya tidak akan sepekat OLED.
Kapasitas baterainya 12.000 mAh dengan Xiaomi Surge Charge 120W. Tablet ini juga bisa jadi power bank lewat reverse charging 27W via kabel, atau hingga 45W lewat konektor pogo pin.
Port USB Type-C 3.2 Gen 2 mendukung DisplayPort Input. Artinya tablet bisa dipakai sebagai monitor sekunder untuk laptop atau layar eksternal untuk konsol game seperti Nintendo Switch.
Bobotnya 645 gram dalam konfigurasi standar dengan ketebalan 5,67 mm. Bodinya unibody logam. Untuk ukuran 13,3 inci, bobot segini terasa melelahkan kalau digenggam lama tanpa kickstand atau keyboard.
Kamera belakang 50 megapiksel, kamera depan 32 megapiksel. Sistem audionya memadukan delapan speaker dengan enam mikrofon, mendukung Dolby Atmos, audio Hi-Res, dan fitur pengurangan kebisingan. Enam mikrofon diklaim bisa merekam suara 360 derajat.
Xiaomi Pad 9 Pro Max menarik untuk yang butuh layar jumbo 13,3 inci dengan refresh rate 144Hz dan baterai 12.000 mAh untuk produktivitas seharian. Fitur DP-In juga jarang ditemui di tablet, berguna kalau butuh monitor portabel.
Tapi kalau prioritasmu kualitas tampilan OLED atau mobilitas genggam, tablet ini bukan pilihan ideal. Bobot 645 gram plus panel LCD jadi kompromi yang harus diterima. Untuk pengguna di luar China, ketersediaan resmi masih jadi pertanyaan besar.