MOROWALI — Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Morowali mulai mendalami insiden maut di jalan hauling milik PT Raihan Catur Putra (RCP) yang menewaskan seorang operator alat berat. Selain memeriksa saksi pertama di lokasi kejadian, polisi juga melayangkan surat panggilan kepada Kepala Teknik Tambang (KTT) perusahaan untuk dimintai klarifikasi terkait penerapan standar keselamatan kerja.
Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi membenarkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat panggilan resmi kepada dua pihak pada Senin lalu. Keduanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini, Kamis (3/9/2026).
“Saksi kejadian inisial B dan pihak perusahaan,” ujar AKP Wawan Kurnadi didampingi Kanit Tipidter Ipda Rafid kepada awak media.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Masdin tengah menjalankan aktivitas retase ore nikel menuju jetty pada Sabtu dini hari. Di tengah perjalanan, dump truck yang dikemudikannya dilaporkan oleng dan menabrak tanggul jalan sebelum akhirnya terperosok ke dalam parit.
Hantaman keras tersebut membuat operator kendaraan itu meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini, polisi masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan faktor kelalaian dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.
Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di kawasan pertambangan dan industri Morowali yang dikenal padat aktivitas. Gerakan Revolusi Demokratik Komite Kabupaten Morowali (GRD KK-Morowali) pun angkat bicara dan mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.
Ketua GRD KK-Morowali, Amrin, menegaskan bahwa proses hukum harus berlanjut apabila hasil investigasi nanti menemukan adanya pelanggaran ataupun kelalaian dalam penerapan K3. Ia meminta pihak terkait tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada perusahaan.
“Kami meminta pihak terkait mengambil sikap tegas dan memberikan sanksi jika ditemukan adanya kelalaian K3 hingga menyebabkan pekerja meninggal dunia,” tegas Amrin.
Polres Morowali memastikan proses klarifikasi terhadap pihak manajemen PT Raihan Catur Putra masih terus berjalan untuk mengungkap secara gamblang apa yang menjadi pemicu utama kecelakaan maut di jalan hauling tersebut.