SULAWESI TENGAH — Kebutuhan motor listrik di Indonesia tidak hanya soal hemat. Studi di jurnal Transportation Research Part D menyebut kecepatan, jarak tempuh, waktu pengisian, dan harga sama-sama memengaruhi keputusan beli. Sementara riset ITB dengan metode Kansei Engineering menemukan pengendara lokal menginginkan motor yang playful, maskulin, kompak, dan aktif.
VinFast mencoba menumpuk semua variabel itu di Viper. Kami belum menguji motor ini secara langsung, sehingga artikel ini menyusun spesifikasi dan simulasi biaya dari data yang disampaikan pabrikan.
Viper hadir dalam dua pilihan baterai. Varian dua baterai memproduksi daya maksimum 5.200 watt, sedangkan varian satu baterai 3.000 watt. Di kelas harga yang sama, motor listrik umumnya mengandalkan sekitar 3.500 watt.
Artinya varian dua baterai menawarkan kelebihan 1.700 watt atau hampir 49 persen. Bodi tetap ringkas: dimensi 1.950 x 712 x 1.122 mm dengan jarak sumbu roda 1.320 mm. Ini yang membuat Viper lincah bermanuver di jalan padat maupun saat berputar di ruang sempit.
Fitur pendukungnya:
Varian dua baterai diklaim mampu menempuh hingga 145 km dalam sekali pengisian. Varian satu baterai mencapai 82 km. Keduanya berada di atas rata-rata motor listrik sekelas.
Dua baterai membawa total kapasitas 3,0 kWh, menggunakan sel jenis LFP yang lebih stabil terhadap panas dan berumur pakai panjang. Pengisian bisa dilakukan di rumah, atau lewat layanan Battery Swap bersama V-Green yang sudah membangun lebih dari 2.000 stasiun penukaran baterai di Indonesia. Proses tukar baterai diklaim hanya butuh hitungan detik.
VinFast Viper dijual dalam tiga skema:
Skema langganan membuat harga masuknya lebih rendah dibanding motor bensin atau motor listrik sekelas. Namun biaya bulanan tetap perlu dihitung.
Dengan pemakaian 1.000 km per bulan atau sekitar 33 km per hari, motor bensin membutuhkan sekitar Rp222.000 per bulan untuk bahan bakar. Viper dengan baterai dimiliki sendiri dan diisi di rumah hanya butuh sekitar Rp26.400 per bulan. Itu artinya sekitar Rp26,4 per kilometer, berbanding Rp222 per kilometer pada motor bensin.
Biaya energi Viper lebih dari delapan kali lebih rendah, meski performanya lebih tinggi. Untuk skema langganan baterai, pengisian di rumah membutuhkan sekitar Rp110.400 per bulan, termasuk langganan baterai Rp84.000. Jika lebih sering memakai Battery Swap, totalnya sekitar Rp156.000 per bulan.
Selama tahun pertama, biaya swap gratis hingga 20 kali sebulan, sehingga pengguna hanya perlu membayar langganan Rp84.000. VinFast menyebut penghematan tahunan bisa mencapai lebih dari Rp2 juta.
Untuk total biaya kepemilikan lima tahun atau 60.000 km, varian satu baterai mencapai Rp27,23