Pemkab Morowali Finalisasi Rencana Aksi Pengarusutamaan Gender 2025-2029, Wabup Ingatkan OPD Responsif Kebutuhan Warga

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 03 September 2026 | 15:46:31 WIB
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, membuka Seminar Akhir Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG) 2025-2029 di Aula Bappelitbangda, Bungku Tengah, Kamis (3/9/2026).

MOROWALI — Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG) Kabupaten Morowali untuk 2025-2029 resmi digarap pada tahap seminar akhir. Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar kegiatan ini di Aula Bappelitbangda, Kompleks Perkantoran Fonuasingko Bungku, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (3/9/2026).

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyebut dokumen ini merupakan langkah strategis daerah. Pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan potensi perempuan maupun laki-laki akan diintegrasikan ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan.

PUG Bukan Sekadar Program, Melainkan Strategi Pembangunan

Iriane menegaskan, pengarusutamaan gender tidak boleh dimaknai sebagai tujuan akhir. Strategi ini justru menjadi alat untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di berbagai aspek pembangunan.

Ia meminta setiap kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah daerah tidak diskriminatif. Semua harus responsif terhadap kebutuhan perempuan, laki-laki, anak, serta kelompok rentan lain, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan sosial.

Menjadi "Kompas" bagi Seluruh Perangkat Daerah

Seminar akhir RAD PUG disebut sebagai tonggak penting. Setelah final, dokumen ini akan menjadi kompas sekaligus panduan operasional bagi semua perangkat daerah dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi pembangunan yang responsif gender.

Iriane mengingatkan agar naskah RAD PUG disempurnakan supaya selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi-misi pembangunan daerah. Rencana aksi itu juga harus diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan nyata, bukan berhenti sebagai dokumen administratif.

Koordinasi Pokja PUG Jadi Kunci Implementasi

Untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan adil dan merata, Iriane mendorong penguatan koordinasi melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender. Komitmen bersama seluruh perangkat daerah menjadi syarat utama agar rencana aksi ini berjalan efektif di lapangan.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Morowali ini kemudian resmi dibuka oleh Iriane dengan ucapan Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top