Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku di Morowali Tetapkan Kepengurusan Baru 5 Tahun, Wabup Minta Perkuat Konsolidasi

Penulis: Irfan Hakim  •  Rabu, 02 September 2026 | 13:44:31 WIB
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menghadiri penutupan Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku di Hotel Grand Safanah, Rabu (02/09/2026).

MOROWALI — Pebotoa Adati Tobungku kini memiliki kepengurusan baru setelah Musyawarah Adat II resmi ditutup, Rabu (02/09/2026). Kepengurusan hasil musyawarah tersebut akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan untuk memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat yang kian dinamis.

Ketua Dewan Adat Tobungku menyampaikan bahwa forum yang berlangsung di Hotel Grand Safanah itu turut membahas sejarah, budaya, dan upaya pelestarian adat. Seluruh rangkaian kegiatan disebut menghasilkan sejumlah keputusan yang menjadi pijakan untuk memajukan adat dan sejarah Tobungku.

Harapan Wabup Morowali untuk Pebotoa Adati Tobungku

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, mengapresiasi seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah menjalankan musyawarah dengan baik. Menurutnya, lembaga adat merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kohesi sosial di Kabupaten Morowali.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah melaksanakan musyawarah daerah ini dengan baik," ujar Iriane dalam sambutannya.

Dia berharap hasil musyawarah mampu menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperkokoh peran lembaga adat dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepengurusan Baru Diminta Sinergi dengan Pemkab Morowali

Pemerintah Kabupaten Morowali memandang komunitas adat bukan sekadar pelestari tradisi, melainkan mitra pembangunan. Lembaga adat diharapkan ikut berkontribusi dalam memperkuat persatuan warga serta membangun karakter generasi penerus.

"Semoga kepengurusan yang mendapat amanah nantinya mampu membawa Pebotoa Adati Tobungku semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Morowali," harap Iriane.

Ketua Panitia Musyawarah Adat II, Arisandi, menambahkan bahwa kepengurusan baru nantinya dituntut untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting agar program pelestarian adat dan budaya mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan.

Penutupan musyawarah turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, para pimpinan OPD lingkup Pemkab Morowali, serta pengurus Dewan Adat Tobungku.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: dteksinews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top