Kodam XXIII/Palaka Wira mengerahkan personel ke 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar menegaskan personel ditempatkan lebih dekat dengan wilayah rawan agar bisa bergerak cepat saat kebakaran terjadi. Langkah ini merespons 87 kejadian karhutla yang tercatat BPBD Sulteng per 28 Agustus 2026.
PALU — Kodam XXIII/Palaka Wira membentuk Satgas Penyuluhan Pencegahan Karhutla yang dipimpin Danrem 132/Tadulako. Tim penyuluhan beranggotakan lima hingga sepuluh personel di setiap Kodim akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengedukasi masyarakat secara masif.
Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar menyebut tiga faktor utama memicu kebakaran di Sulawesi Tengah. Pembukaan lahan, pembakaran sampah, dan puntung rokok menjadi penyebab dominan dari sejumlah kejadian karhutla di provinsi ini.
Ia berharap TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait memperkuat sinergi agar kebakaran bisa dicegah sebelum meluas. "Kita siapkan, tapi kalau jauh tempatnya, butuh waktu. Mungkin dalam satu hari sudah habis terbakar. Oleh karenanya kami mendekatkan itu ke tiap-tiap kabupaten," ujarnya dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Palu, Senin.
Kodam menyiagakan personel di satuan-satuan yang tersebar di 13 kabupaten/kota, termasuk Tolitoli, Buol, Parigi Moutong, Donggala, Sigi, Kota Palu, Poso, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, dan Morowali Utara.
Berikut rincian pengerahan personel di sejumlah wilayah:
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah per 28 Agustus 2026, sebanyak 87 kejadian karhutla dan 15 kejadian kekeringan terjadi di sejumlah wilayah provinsi ini. Angka ini mendasari percepatan penyebaran personel TNI ke daerah-daerah yang dinilai rawan kebakaran.
"Kami menyiapkan personel yang disiagakan di wilayah masing-masing. Jadi ada batalyon-batalyon kita yang sekarang ada di Morowali Utara, Parigi Moutong, Sigi dan daerah lain. Itu kami sebarkan agar jika terjadi apa-apa, mereka bisa segera bergerak," kata Pangdam.
Pengerahan personel ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya di Sulawesi Tengah. Dengan personel yang berada lebih dekat ke lokasi rawan, waktu tempuh penanganan kebakaran diharapkan jauh lebih singkat.