Pemprov Sulteng Kaji Rute Penerbangan Langsung ke India dan Malaysia, Usai Palu-Guangzhou Beroperasi

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:29:01 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido memastikan kajian pembukaan rute penerbangan langsung ke India dan Malaysia tengah berjalan.

PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido memastikan kajian pembukaan rute internasional ke India dan Malaysia tengah berjalan. Menurutnya, konektivitas udara baru ini menjadi prasyarat penting untuk membuka peluang investasi dan perdagangan di Bumi Tadulako.

"Untuk meningkatkan perekonomian daerah kita harus membuka rute penerbangan internasional," ujar Reny di Kota Palu, Sabtu.

Fokus Utama: Sektor Investasi Paling Menjanjikan

Dari sekian banyak sektor yang diproyeksikan tumbuh, Reny menilai pengembangan investasi di Kota Palu menjadi yang paling potensial jika rute penerbangan langsung ke India dan Malaysia terealisasi. Namun, ia menegaskan kajian menyeluruh tetap diperlukan sebelum keputusan final diambil.

"Ini masih kita kaji karena jangan sampai ketika maskapainya sudah ada tapi jumlah penumpangnya kurang," katanya menambahkan.

Evaluasi Kecukupan Penumpang Jadi Syarat Utama

Pemprov Sulteng tidak ingin tergesa-gesa dalam merealisasikan rencana ini. Salah satu aspek yang menjadi perhatian serius adalah memastikan jumlah penumpang dari Palu menuju India maupun Malaysia mencukupi agar rute tersebut layak secara komersial bagi maskapai.

Selain potensi penumpang, kajian juga mencakup peluang di sektor pendidikan dan ekonomi lainnya yang bisa dikembangkan seiring dengan terbukanya akses penerbangan internasional baru tersebut.

Garuda Indonesia: Rute Guangzhou Bukti Konektivitas Dorong Pertumbuhan

Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto menyebut penerbangan perdana Palu-Guangzhou yang telah beroperasi menjadi bukti nyata bahwa konektivitas udara mampu membuka akses pertumbuhan ekonomi baru. Rute tersebut menghubungkan potensi daerah secara langsung dengan pasar internasional.

"Potensi industri, perdagangan, investasi, pariwisata serta berbagai komoditas unggulan daerah membutuhkan konektivitas udara yang mampu menghadirkan efisiensi perjalanan yang lebih cepat dan kompetitif," jelas Thomas.

Dengan adanya penerbangan langsung, waktu tempuh menuju salah satu pusat perdagangan dan manufaktur terbesar di Asia dapat dipangkas secara signifikan. Hal ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan investasi di Sulawesi Tengah.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top