SIGI — Pemerintah Kabupaten Sigi tidak lagi memandang Festival Danau Lindu sekadar sebagai agenda tahunan seremonial. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae secara tegas menyebut perhelatan yang akan digelar pada 23-25 Juli 2026 itu sebagai langkah strategis untuk mengerek pertumbuhan ekonomi daerah melalui pariwisata dan UMKM.
"Konsep FDL tahun ini terus kami tingkatkan dari tahun sebelumnya dan pariwisata juga merupakan visi misi pemerintah daerah berdasarkan amanat dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," kata Rizal kepada awak media di Lindu, Jumat.
Bupati menekankan bahwa pengembangan Danau Lindu ke depan tidak bisa parsial. Ia menginginkan kawasan tersebut menjadi destinasi terpadu yang menyatukan tiga sektor sekaligus: pariwisata, UMKM, dan pertanian. Menurutnya, sinergi tiga sektor inilah yang akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kabupaten Sigi.
"Tentunya kami selalu melakukan inovasi-inovasi untuk bisa meningkatkan, termasuk menambah pengunjung yang datang ke Danau Lindu," ujarnya.
Salah satu kendala klasik pengembangan wisata di daerah terpencil seperti Lindu adalah keterbatasan akomodasi. Untuk mengatasinya, pemkab tidak hanya mengandalkan APBD. Rizal mengajak dunia usaha untuk turun tangan membangun homestay atau cottage di kawasan danau.
"Paling tidak pelaku usaha ini bisa membantu dan bekerja sama dalam membangun fasilitas penginapan dan cottage," kata dia.
Langkah ini dinilai krusial karena tanpa fasilitas menginap yang memadai, wisatawan hanya akan datang sebagai pengunjung harian dan tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal.
Festival Danau Lindu 2026 mengusung tema "Merayakan Warisan Peradaban" dengan kemasan kegiatan yang menyasar berbagai segmen wisatawan. Ajang ini tidak hanya menawarkan atraksi budaya, tetapi juga wisata olahraga dan alam.
Dengan variasi kegiatan ini, pemkab berharap FDL mampu menarik tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga mancanegara yang selama ini melirik potensi ekowisata Sulawesi Tengah.
Festival ini menjadi ujian bagi pemkab untuk membuktikan bahwa pariwisata bisa menjadi sektor unggulan di Sigi, kabupaten yang selama ini lebih dikenal karena sektor pertanian dan perkebunannya.