Banjir Laemanta Parimo Rusak Jaringan Air Bersih, 70 KK Terdampak dan Distribusi Air Bersih Jadi Prioritas BPBD

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 13:28:31 WIB
Petugas BPBD mendistribusikan air bersih menggunakan armada tangki ke Desa Laemanta, Parigi Moutong, untuk memenuhi kebutuhan 70 kepala keluarga terdampak banjir.

PALU — Bencana hidrometeorologi yang melanda Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, tidak hanya merendam permukiman tetapi juga melumpuhkan akses warga terhadap air bersih. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, mengonfirmasi bahwa jaringan pipa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) rusak berat akibat terjangan banjir.

70 KK Bergantung pada Pasokan Air dari Tangki BPBD

Untuk mengatasi kebutuhan dasar tersebut, BPBD bersama PMI mengerahkan armada tangki air bersih ke lokasi terdampak. Pendistribusian dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga jaringan Pamsimas kembali berfungsi normal.

"Air bersih salah satu kebutuhan dasar masyarakat, maka kami secara konsisten memberikan pelayanan tersebut," ujar Rivai saat dihubungi dari Palu, Senin.

Normalisasi Sungai: Antisipasi Banjir Susulan di Kasimbar

Tak hanya soal air bersih, Pemkab Parigi Moutong juga mengerahkan alat berat untuk menormalisasi sungai di Desa Laemanta. Dasar sungai yang dipenuhi sedimentasi menjadi penyebab utama meluapnya air saat hujan deras.

Langkah ini merupakan hasil koordinasi antara BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Balai Wilayah Sungai. Rivai menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran sungai sekaligus meminimalisasi risiko banjir susulan yang mengancam permukiman warga.

Warga Diminta Aktif Laporkan Bencana Lewat Aplikasi SIBIMO

Rivai mengingatkan bahwa Parigi Moutong merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi di Sulawesi Tengah. Ia mendorong masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri dan memanfaatkan kanal resmi pelaporan bencana.

Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui Call Center BPBD di nomor 117, pesan WhatsApp 0811 4180 117, atau melalui aplikasi SIBIMO yang tersedia di Play Store. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat respons petugas di lapangan.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top