PALU — Puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, industri kreatif, konveksi, hingga jasa, duduk bersama di ruang pelatihan yang digelar DPW IKM Sulawesi Tengah. Mereka bukan sekadar mendengar ceramah, tetapi juga mengikuti kurasi produk dan konsultasi usaha secara langsung.
Ketua Panitia Pelaksana Rudi Zulkarnain mengatakan UMKM merupakan pilar penting perekonomian daerah. Menurut dia, pelaku usaha tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu tumbuh dan berdaya saing.
“UMKM menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kapasitas agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” kata Rudi di Palu, Sabtu.
Rudi menjelaskan ada dua modal utama yang harus dimiliki pelaku UMKM: pengetahuan kewirausahaan dan akses terhadap pembiayaan produktif. Tanpa keduanya, kata dia, usaha sulit berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, materi pelatihan dirancang tidak hanya teknis. Peserta dibekali strategi pengembangan UMKM, legalitas usaha, sertifikasi produk, edukasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen keuangan sederhana, hingga digitalisasi pemasaran dan desain kemasan produk.
Yang membedakan pelatihan ini dari kegiatan serupa adalah pendekatan interaktifnya. Materi diselingi sesi konsultasi usaha dan kurasi produk secara langsung. Peserta bisa langsung mendapat masukan untuk produk mereka.
“Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan agar pelaku usaha lebih inovatif, adaptif, dan profesional dalam mengelola bisnis,” ujar Rudi.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bank Sulteng sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah. Rudi berharap pelatihan serupa bisa terus berlanjut agar menjangkau lebih banyak peserta.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memperluas akses pasar, membangun bisnis yang berdaya saing, serta mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.