SULAWESI TENGAH — Kabar ini muncul dari laporan Automotive News yang mengutip sumber yang mengetahui langsung diskusi internal Volvo. Menurut laporan tersebut, kedua model—sebuah sedan dan wagon ukuran menengah—sedang dikembangkan untuk pasar Eropa dengan penamaan seri -60 atau -70. Volvo juga mempertimbangkan varian Cross Country ber-ground clearance lebih tinggi untuk menjembatani selera konsumen Amerika yang menyukai mobil bergaya crossover.
Laporan menyebutkan bahwa sedan dan wagon listrik ini akan dibangun di atas platform Scalable Product Architecture (SPA) generasi ketiga milik Volvo. Arsitektur yang sama digunakan oleh SUV listrik Volvo EX60 dan Polestar 7 yang akan datang. Ini menandakan bahwa pengembangan model tersebut sudah berjalan untuk Eropa, bukan sekadar respons mendadak atas hengkangnya Polestar dari Amerika.
Polestar, saudara satu grup di bawah Geely, dipastikan keluar dari pasar Amerika Serikat setelah model year 2027. Alhasil, sedan dan wagon Volvo ini secara tidak langsung akan mengisi segmen yang semestinya diperebutkan oleh Polestar 2 dan Polestar 4 yang diumumkan pada Februari lalu.
Volume yang diproyeksikan terbilang kecil, hanya 10.000 unit gabungan per tahun di Amerika Serikat. Angka ini mencerminkan realitas pasar mobil penumpang di Amerika yang terus menyusut. Konsumen Negeri Paman Sam lebih memilih SUV dan crossover, sehingga station wagon dan sedan menjadi produk niche. Namun, kehadiran Volvo bisa menjadi alternatif bagi pembeli yang bosan dengan SUV, apalagi dengan opsi varian Cross Country yang lebih tangguh.
Jika dibandingkan, Audi dan Mercedes-Benz juga memiliki model estate (station wagon) yang diangkat ground clearance-nya, seperti Allroad dan All-Terrain. Varian Cross Country milik Volvo bisa menjadi pesaing langsung di segmen tersebut.
Dengan potensi debut pada 2028 yang hanya berjarak sekitar 18 bulan dari sekarang, Volvo harus segera mengambil keputusan final mengenai nasib kedua model ini di Amerika. Jika disetujui, produksi kemungkinan besar akan dilakukan di Eropa, mengingat model-model tersebut dirancang untuk pasar Eropa terlebih dahulu.
Keputusan ini akan menjadi ujian bagi strategi Volvo dalam mempertahankan DNA station wagon yang sudah menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun. Di saat pabrikan lain meninggalkan segemen sedan dan wagon, Volvo justru melihat celah untuk pemain yang setia pada bentuk bodi klasik namun dengan penggerak listrik modern.