BANGGAI — Angka kemiskinan di Desa Sepa, Kabupaten Banggai, mengalami penurunan signifikan dalam 15 tahun terakhir. Kepala Desa Erik P. Djaga mengungkapkan bahwa saat pertama kali menjabat pada 2010, sebanyak 95 dari 110 kepala keluarga di desanya masih masuk kategori miskin. Kini, angka tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 19 persen.
“Awalnya saya tidak berniat maju. Tetapi masyarakat terus memberikan dorongan dan istri juga merestui. Akhirnya saya ikut mencalonkan diri dan mendapat kepercayaan masyarakat,” ungkap Erik saat ditemui di Kantor Desa Sepa.
Erik menceritakan bahwa tantangan utama di awal kepemimpinannya adalah keterbatasan anggaran desa sebelum adanya Dana Desa dari pemerintah pusat. Setelah program tersebut hadir, langkah pertama yang diambil adalah membentuk tim pendataan masyarakat miskin sebagai dasar penyusunan program pembangunan.
“Program kami fokus pada pertanian, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Alhamdulillah, dalam beberapa tahun angka kemiskinan berhasil ditekan,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Desa Sepa memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan salah satu unit usaha andalan berupa peternakan babi. Unit ini mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp90 juta dalam satu siklus penjualan. Selain itu, bantuan mesin ketinting dan jaring ikan juga disalurkan kepada 10 keluarga nelayan melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Desa Sepa kini memiliki tiga potensi wisata alam yang mulai dikembangkan secara serius, yakni Air Terjun Sempe, Air Terjun Tolinting, dan Air Terjun Liudo. Pemerintah desa telah membentuk Satuan Tugas Pariwisata yang bertugas mengelola kawasan wisata, memperkuat promosi melalui website desa, serta memanfaatkan teknologi digital. Pelatihan penggunaan drone untuk promosi destinasi wisata juga telah diberikan kepada warga.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa memastikan masyarakat memperoleh akses layanan BPJS Kesehatan, termasuk membantu warga yang mengalami kendala administrasi. Program pencegahan stunting juga dijalankan melalui pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil. Sementara di bidang pendidikan, Desa Sepa telah membangun gedung PAUD permanen dan memberikan insentif kepada tenaga pendidik.
Memasuki periode ketiga kepemimpinannya yang akan berakhir pada 2030, Erik berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat mendukung pembangunan jalan produksi menuju lahan pertanian guna mempermudah petani mengangkut hasil panen. Selain itu, pengadaan ambulans desa dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
“Harapan kami, Desa Sepa terus berkembang menjadi desa yang mandiri, maju, tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan,” pungkas Erik.